Pembangunan wisata edukasi di desa Bukit Pariaman.
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Mengusung semangat gotong royong dan kemandirian, Desa Bukit Pariaman di Kecamatan Tenggarong Seberang mulai mengembangkan wisata edukasi yang tumbuh dari inisiatif dan keterlibatan masyarakat.
Konsep ini memadukan pemberdayaan UMKM lokal dengan edukasi lingkungan, sebagai langkah nyata membangun desa dari potensi yang ada di sekitar.
Inisiatif ini digagas langsung oleh Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, sebagai upaya membangkitkan potensi desa dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kalau untuk di Desa Bukit Pariaman, kami memang dari awal bercita-cita punya keinginan agar desa ini bisa menciptakan wisata edukasi yang memberdayakan masyarakat kecil, terutama untuk menumbuhkan UMKM,” ujarnya, Senin (5/5/25).
Langkah konkret dimulai dari dirinya sendiri. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, Sugeng membangun kawasan outbound bernuansa edukatif sebagai contoh nyata potensi wisata lokal.
Saat ini, pengembangan kawasan tersebut masih berproses dan dirancang agar dapat memberikan pengalaman wisata yang bermanfaat, sekaligus menjadi sarana belajar tentang pentingnya lingkungan hidup.
Ia berharap langkah ini dapat didukung oleh berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lingkungan sekitar bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai, tidak hanya dibiarkan begitu saja. Harapannya ini bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengelola lingkungan demi manfaat bersama,” jelasnya.
Sugeng juga berharap agar langkah yang ia lakukan dapat menginspirasi warga Bukit Pariaman untuk bersama-sama membangun potensi desa.
Lebih lanjut, Sugeng menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen menyosialisasikan gagasan wisata edukasi ini kepada masyarakat Bukit Pariaman dan khalayak umum.
“Kami mengajak warga agar memiliki semangat tumbuh dan berkembang, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan potensi lingkungan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, sangat mengapresiasi upaya pengembangan berbasis potensi yang dilakukan oleh desa-desa di Kukar.
“Ketika desa mampu mengenali dan mengelola potensi yang dimilikinya, itu menjadi pondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kemandirian,” ujarnya.
Arianto menilai bahwa strategi pengembangan desa tak bisa dilepaskan dari semangat kolaboratif.
Menurutnya, kemitraan antara pemerintah desa dan berbagai pihak harus terus diperkuat agar potensi desa benar-benar mampu menjadi motor penggerak pembangunan.
“Kami terus mendorong desa untuk berinovasi dan membangun ruang-ruang ekonomi baru yang melibatkan peran aktif masyarakat, khususnya pemuda dan pelaku UMKM,” tutupnya. (Adv/DPMD KUKAR/Ak)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Anggaran Laundry Rp450 Juta Pemprov Kaltim untuk Enam Fasilitas, Tak Hanya Baju Dinas
Bupati Kukar Dorong Hilirisasi Kratom, Targetkan Peningkatan Nilai Ekonomi dan PAD
Cegah Konflik Industrial, Bupati Kukar Bentuk Satgas Terpadu Libatkan Buruh dan Pengusaha
Ketua Kadin Kaltim Ajak Pengusaha Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Ekonomi