Massa aliansi ormas sampaikan tuntutan dalam aksi di depan Kantor DPRD Kutai Kartanegara.
Tenggarong, Sambaranews.com – Aliansi tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) daerah yang terdiri dari Remaong Koetai Berdjaya, Kayuh Baimbai, dan Remaong Kutai Menamang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (25/5/2026).
Sebelum mendatangi kantor DPRD, massa terlebih dahulu menggelar orasi di Kantor DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara sebelum kemudian melanjutkan aksi ke gedung dewan. Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan orasi dan meminta ditemui perwakilan DPRD guna menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam aksinya, salah satu tuntutan massa adalah mendesak Ahmad Yani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kukar. Tuntutan tersebut disuarakan secara terbuka melalui orasi yang berlangsung di depan gedung dewan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kutai Kartanegara, Lukman, menyampaikan bahwa pihak sekretariat pada prinsipnya menghargai seluruh bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
Ia menjelaskan, surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Ketua DPRD baru diterima secara fisik oleh sekretariat pada Minggu sore, meskipun informasi awal telah masuk lebih dulu sejak Rabu sebelumnya.
Menurutnya, Sekretariat DPRD memiliki tugas utama memfasilitasi seluruh kegiatan kedewanan, termasuk menerima penyampaian aspirasi masyarakat.
“Intinya, keinginan dari aliansi hari ini adalah agar setiap aktivitas yang dilakukan DPRD dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan tidak membedakan masyarakat yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Lukman menambahkan, aksi tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat dipersiapkan secara matang, baik dari sisi administratif maupun teknis lainnya.
Terkait ketidakhadiran Ketua DPRD saat aksi berlangsung, Lukman menyebut Ketua DPRD tengah menjalankan agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya, termasuk kunjungan kerja dan penyerahan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Samarinda.
“Beliau memiliki agenda yang sudah terjadwal sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan beberapa kegiatan seperti rapat dan RDP juga untuk sementara waktu dijadwalkan ulang,” katanya.
Ia menambahkan, pesan dari Ketua DPRD melalui ajudan adalah agar aksi dapat difasilitasi dan diterima dengan baik oleh sekretariat. Seluruh aspirasi yang disampaikan massa, lanjutnya, akan diteruskan kepada pimpinan DPRD.
“Intinya, Ketua DPRD merespons dengan baik dan memandang bahwa penyampaian aspirasi seperti ini merupakan bagian dari proses demokrasi,” pungkasnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat dan berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Muhammad Idham Desak Ponpes Ibadurrahman Ditutup, Khawatir Muncul Korban Baru
Dijenguk Rudy Mas’ud Saat di Lapas, Rita: Pak Rudy Bersilaturahmi dan Minta Dukungan
Dugaan Pelecehan Seksual Berulang, DPRD Kukar Dorong Penutupan Ponpes Ibadurrahman
Berawal dari Kasus Helm Hilang, Polisi Ungkap Pencurian Motor di Loa Kulu
TRC PPA Kaltim Desak DPRD Kukar Perkuat Pengawasan Dugaan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren
Kangen Suasana Musik, Rita Widyasari Kembali Berjoget Bersama Warga Tenggarong