Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya kabel yang terjepit pintu, jendela, maupun perabot berat. Kepala Pos Damkar Kota Bangun, Abdi Ratama, menegaskan bahwa banyak kasus korsleting berawal dari kabel yang tertekan hingga lapisan luarnya terkikis tanpa disadari. “Kabel yang terjepit lama-lama mengelupas. Itu sangat berbahaya,” ujarnya pada Jumat (12/9/2025).
Abdi menjelaskan bahwa tekanan dari pintu atau jendela dapat merusak bagian tembaga di dalam kabel sehingga arus listrik menjadi tidak stabil. Saat kerusakan semakin parah, percikan kecil dapat muncul dan menyambar benda di sekitarnya, terutama pada rumah yang didominasi material kayu. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena secara kasatmata kabel terlihat utuh, padahal bagian dalamnya telah rusak.
Damkarmatan Kota Bangun memberikan panduan agar jalur kabel ditata lebih rapi, misalnya dengan menggantung kabel di klem dinding, menyembunyikannya di pipa pelindung, atau menjauhkannya dari jalur pintu. Selain itu, warga disarankan menggunakan penjepit kabel sederhana yang banyak dijual di pasaran dengan harga murah.
“Jalur kabel harus jelas dan tidak boleh melewati tempat yang sering dibuka tutup. Sekali saja tertekan, lapisan bisa retak,” jelas Abdi.
Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi instalasi rumah karena korsleting kecil sekalipun dapat memicu kebakaran besar. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan baru warga dalam menjaga keamanan listrik rumah.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi