Ilustrasi menggambarkan urgensi pengadaan kapal air sendiri bagi Pos Sektor Damkarmatan Muara Muntai.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Muara Muntai hingga kini belum memiliki kapal air sendiri untuk menunjang mobilitas penanganan kebakaran di wilayah perairan. Padahal, sebagian besar kawasan Muara Muntai hanya dapat diakses melalui jalur sungai, terutama titik-titik rawan kebakaran lahan dan pemukiman yang berada di bantaran sungai.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Muara Muntai, Gusti Guta Wangga, menyebutkan bahwa ketiadaan kapal air menjadi salah satu hambatan dalam mempercepat respons ketika terjadi kejadian darurat.
“Kami di pos sektor belum memiliki kapal air sendiri. Jika ada laporan kebakaran di wilayah perairan, kami harus mengandalkan bantuan relawan atau warga untuk akses awal. Kondisi ini tentu membuat waktu respons tidak secepat yang kami harapkan,” ungkap Gusti, Kamis (11/9/2025).
Selama ini, Damkarmatan mengandalkan koordinasi dengan relawan dan masyarakat setempat, termasuk penggunaan rakit atau kapal milik warga untuk menjangkau lokasi kebakaran di sungai. Meski efektif membantu, kondisi ini belum ideal untuk standar operasional pemadaman.
Pemerintah kecamatan dan sejumlah pemerintah desa menilai kebutuhan kapal air untuk Damkarmatan sudah sangat mendesak. Camat Muara Muntai, Mulyadi, menegaskan bahwa karakter wilayah yang berbasis perairan menuntut ketersediaan armada air yang memadai.
“Kami menyarankan agar pengadaan kapal air untuk pos sektor ini dapat direalisasikan oleh dinas induk. Mengingat medan Muara Muntai yang serba sungai, kapal sudah menjadi kebutuhan utama bagi Damkarmatan untuk menjangkau titik rawan,” ujarnya.
Menurut para kepala desa di wilayah Muara Muntai, keberadaan kapal air akan membantu penanganan kebakaran permukiman sungai, patroli pencegahan pada musim kemarau, hingga mempercepat respons keadaan darurat.
Gusti berharap usulan tersebut mendapat perhatian dari dinas induk kabupaten. “Jika pos sektor memiliki kapal air sendiri, tentu pelayanan kami jauh lebih maksimal dan jangkauan penanganan lebih luas. Itu akan sangat membantu keselamatan warga,” tutupnya. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi