Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Damkarmatan Pos Sektor Kota Bangun mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan penempatan barang elektronik dalam rumah. Kepala Pos, Abdi Ratama, menilai bahwa sebagian besar kasus korsleting di permukiman terjadi akibat kebiasaan keliru menumpuk peralatan seperti televisi, dispenser, speaker, dan kipas angin. “Peralatan yang ditumpuk akan membuat panas terjebak. Itu sangat berbahaya,” ujarnya pada Rabu (3/9/2025).
Abdi menjelaskan bahwa peralatan elektronik membutuhkan ruang udara agar panas dari mesin dapat keluar secara normal. kipas dipasang menempel ke perabot kayu, panas yang tertahan berpotensi memicu percikan listrik. Situasi ini semakin berisiko jika peralatan tersebut sudah berusia lama.
Ia menambahkan bahwa warga di wilayah Hulu Kota Bangun masih sering menempatkan perangkat elektronik di area lembap, seperti dekat jendela yang meneteskan air hujan atau di lantai yang mudah tergenang. Kelembapan mempercepat kerusakan komponen dan membuat stopkontak cepat panas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan “stopkontak bertingkat” tanpa pengaman, yang kerap menjadi titik awal arus berlebih.
“Stopkontak bertingkat murah biasanya tidak punya proteksi. Ketika dipakai untuk banyak beban, kabelnya cepat panas dan bisa meleleh,” tegas Abdi.
Damkarmatan Kota Bangun mendorong warga membuat meja khusus elektronik, memberi jarak minimal lima sentimeter dari dinding, dan rutin membersihkan debu. Edukasi ini diharapkan memperkecil risiko korsleting yang selama ini menjadi penyebab kebakaran rumah paling dominan.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi