Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Pihak Damkarmatan menekankan pentingnya kepekaan warga terhadap bau-bau mencurigakan yang dapat menjadi tanda awal kebakaran. Kepala Pos Sektor Damkarmatan Muara Muntai, Gusti Guta Wangga, mengatakan bahwa sebagian besar warga sering terlambat menyadari sumber bahaya. “Bau aneh biasanya muncul lebih dulu sebelum api terlihat. Ini harus cepat dikenali,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa bau kabel terbakar umumnya terasa seperti aroma plastik meleleh. Sementara itu, bau gas bocor cenderung lebih menusuk dan menyebar cepat ke ruangan. Adapun karpet atau kain yang mulai terbakar menghasilkan bau hangus yang khas. Menurutnya, ketiga jenis bau ini sering terabaikan karena warga menganggapnya sebagai aroma sehari-hari dari dapur atau aktivitas rumah tangga.
Gusti menyarankan teknik “cek cepat” ketika warga mencium bau yang tidak biasa. Langkah tersebut meliputi mematikan sumber listrik terdekat, memeriksa ruangan yang panas, serta memastikan tidak ada alat elektronik yang bekerja berlebihan. Pada kasus bau gas, ia menegaskan agar warga tidak menyalakan saklar atau api, melainkan langsung membuka ventilasi dan menutup regulator tabung.
Warga juga diimbau segera melapor ke pos Damkarmatan Muara Muntai bila tidak yakin dengan sumber bau. Menurut Gusti, deteksi dini dapat mencegah kerugian besar dan menyelamatkan banyak nyawa. “Kami selalu siap membantu memastikan keamanan rumah warga,” katanya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap bau berbahaya, Damkarmatan berharap masyarakat dapat mengurangi potensi kebakaran di wilayah Muara Muntai.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi