Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief. (adv/*)

Sambaranews.com, PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap berkomitmen menjaga stabilitas program prioritas meskipun harus menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada tahun 2025. Berbagai strategi diterapkan untuk memastikan program tetap berjalan tanpa mengurangi substansi dan manfaatnya bagi masyarakat.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menyampaikan bahwa efisiensi dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, sehingga program-program strategis tetap dapat direalisasikan.
“Kami melakukan penyesuaian di beberapa aspek administratif, tetapi program utama, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan dan pariwisata, tetap kami jalankan,” ujar Andi Israwati, Kamis (13/3/2025).
Salah satu prioritas yang tetap dijalankan adalah pelestarian budaya lokal serta pengembangan destinasi wisata. Event tahunan seperti Nondoi Festival dan berbagai festival budaya lainnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal serta menarik wisatawan.
Selain itu, strategi promosi pariwisata terus dilakukan dengan memanfaatkan media digital serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya tarik wisata PPU.
Di tengah keterbatasan anggaran, Disbudpar PPU juga melakukan sejumlah langkah efisiensi, di antaranya mengurangi perjalanan dinas hingga 50 persen, serta menyederhanakan berbagai kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada sektor pariwisata dan kebudayaan.
“Kami pastikan efisiensi ini tidak mengurangi kualitas program yang telah dirancang. Justru kami berusaha mengoptimalkan anggaran agar dampaknya lebih maksimal,” tambahnya.
Dengan strategi efisiensi ini, Disbudpar PPU tetap menargetkan pencapaian yang optimal dalam pembangunan sektor kebudayaan dan pariwisata. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat membantu menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengorbankan program-program yang telah menjadi prioritas.
“Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi agar sektor kebudayaan dan pariwisata di PPU tetap berkembang. Meski dengan anggaran yang lebih efisien, kami tetap berupaya memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (nr/Adv Diskominfo PPU)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi