Ramadan Fest 1446 Hijriah yang digelar di Islamic Center Masjid Agung Al-Ikhlas, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (adv/*)

Sambaranews.com, PPU – Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Bupati Mudyat Noor menyoroti terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki PPU dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam acara pembukaan Ramadan Fest yang digelar di kompleks Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kamis (13/3/2025), Mudyat menyampaikan bahwa PPU masih menjadi salah satu daerah dengan APBD terendah di Kaltim.
“PPU saat ini memiliki APBD yang kecil dibandingkan daerah lain. Bahkan, bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk PPU juga masih jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain,” ujar Mudyat.
Menurutnya, Bankeu yang dialokasikan untuk PPU hanya berkisar Rp 60-70 miliar, jumlah yang dinilai tidak sebanding dengan daerah lain di Kaltim yang mendapatkan alokasi jauh lebih besar.
“Sebagai contoh, Kabupaten Paser mendapat lebih dari Rp 500 miliar, Kota Samarinda bahkan hampir Rp 1 triliun. Sementara PPU hanya mendapatkan porsi yang sangat kecil, kurang dari 10% dibandingkan daerah lain,” ungkapnya.
Mudyat menekankan bahwa PPU memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama dengan adanya Kecamatan Sepaku yang menjadi bagian dari IKN. Oleh karena itu, ia berharap pembangunan di PPU dapat dipercepat melalui dukungan lebih besar dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kami ingin pembangunan di PPU berjalan lebih cepat agar masyarakat bisa merasakan dampak positif dari keberadaan IKN. Jangan sampai hanya IKN yang berkembang pesat, sementara daerah sekitarnya tertinggal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran yang berdampak pada pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, air bersih, dan fasilitas publik lainnya.
“Saat ini, kami masih menghadapi banyak keterbatasan, terutama dalam infrastruktur dasar. Oleh karena itu, kami berharap PPU mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Bupati Mudyat juga menyampaikan harapannya kepada Gubernur Kaltim yang baru, agar alokasi anggaran untuk PPU bisa lebih ditingkatkan. Ia optimis, dengan kepemimpinan yang baru, perhatian terhadap PPU akan lebih maksimal.
“Kami optimis gubernur yang baru bisa memberikan perhatian lebih. Apalagi, dalam pemilihan kemarin, dukungan masyarakat PPU untuk gubernur terpilih mencapai hampir 70%. Ini tentu harus diimbangi dengan perhatian lebih terhadap pembangunan daerah kami,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah provinsi, diharapkan pembangunan di PPU bisa lebih cepat dan seimbang dengan perkembangan IKN. (nr/Adv Diskominfo PPU)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi