
Wakil Ketua DPRD Kukar, Aini Farida. *
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Komisi I mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menanggapi keluhan masyarakat Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terkait aktivitas tambang batu bara PT Jembayan Muara Bara (JMB).
Warga mengkhawatirkan dampak lingkungan akibat aktivitas tambang yang sangat dekat dengan permukiman. Selain itu, masyarakat mengeluhkan ancaman terhadap sumber mata pencaharian mereka, yang sebagian besar bergantung pada pertanian, terutama padi.
Wakil Ketua DPRD Kukar, Aini Farida, menyampaikan bahwa warga Desa Bhuana Jaya merasa terdampak oleh kerusakan lingkungan dan kekhawatiran akan kehilangan lahan pertanian.
“Kami meminta pihak JMB untuk memberikan perhatian serius pada beberapa aspek, terutama irigasi yang sangat penting bagi kelangsungan pertanian warga. Irigasi harus tetap berfungsi agar tidak mengganggu sumber penghidupan utama mereka,” tegas Aini.
Aini juga menyoroti aktivitas peledakan (blasting) yang dilakukan perusahaan, yang dirasakan mengganggu ketenangan dan keamanan warga di sekitar tambang. Meski kompensasi berupa uang telah diberikan, Aini menilai hal itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
“Kami berharap perusahaan mempertimbangkan langkah-langkah lebih baik. Jika memungkinkan, lahan yang digunakan tambang sebaiknya dibebaskan sepenuhnya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” lanjut Aini.
RDP ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat, pihak perusahaan JMB, serta pemerintah desa. Semua pihak diharapkan dapat mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak dirugikan, dan perusahaan tetap dapat menjalankan operasinya secara bertanggung jawab.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini agar hak-hak warga tetap terlindungi,” tutup Aini.