75 Bangunan Terbakar di Danau Aji.
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Lurah Melayu, Kecamatan Tenggarong, Muhammad Hafidz memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang melanda permukiman padat di Gang Wakaf, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore.
Kepastian tersebut disampaikan Hafidz menyusul informasi yang beredar mengenai seorang warga yang disebut meninggal dunia akibat sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.
Hafidz membenarkan terdapat seorang warga lanjut usia yang mengalami sesak napas dan sempat mendapatkan penanganan. Namun, ia memastikan warga tersebut tidak meninggal dunia.
“Informasinya memang benar, ada satu warga di sini, lansia, yang sesak napas akibat mungkin dari asap. Tapi tidak sampai meninggal dunia,” ujar Hafidz, Selasa (6/10/2026).
Menurut Hafidz, proses pemadaman kebakaran berlangsung sejak sekitar pukul 16.30 WITA hingga pukul 20.00 WITA. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 22.00 WITA.

Pasca kebakaran, pihak Kelurahan Melayu melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Selasa (6/10/2026) pukul 02.16 WITA, terdapat 50 kepala keluarga (KK) atau 151 jiwa yang terdampak.
“Jumlah yang kami himpun di Posko Kelurahan Melayu, jumlah KK terdampaknya itu ada 50 KK, terdiri dari 151 jiwa,” katanya.
Dari 151 jiwa tersebut, data sementara mencatat tiga anak belum bersekolah, 16 siswa sekolah dasar (SD), empat siswa sekolah menengah pertama (SMP), delapan siswa sekolah menengah atas (SMA), serta 10 mahasiswa.
Sementara untuk bangunan, Hafidz mengatakan terdapat 27 rumah pribadi yang terdampak. Jumlah tersebut belum termasuk rumah kontrakan atau bangunan sewaan yang masih dalam pendataan.
“Rumah pribadi yang terdampak ini ada 27 rumah. Itu belum termasuk dengan rumah sewaan, rumah kontrakan atau bansalan,” jelasnya.
Hafidz mengatakan, kawasan RT 33 memang didominasi bangunan hunian. Berdasarkan perkiraannya, sekitar 70 persen bangunan di wilayah tersebut merupakan rumah kontrakan, sedangkan sisanya merupakan rumah pribadi.
“Diperkirakan 70 persen dari lokasi wilayah RT 33 ini adalah rumah kontrakan, maka sisanya itu rumah pribadi,” ujarnya.
Untuk sementara, warga yang terdampak tidak seluruhnya berada di lokasi pengungsian khusus. Mereka mengungsi di rumah kerabat, keluarga, maupun tetangga di sekitar RT 33.
Pemerintah Kelurahan Melayu bersama Kecamatan Tenggarong dan pihak terkait telah menyiapkan sejumlah lokasi apabila warga membutuhkan tempat pengungsian. Di antaranya Masjid Muhammadiyah, TK, serta Balai Kelurahan Melayu.
“Untuk yang terdampak sampai sekarang ini diungsikan di rumah kerabat, di rumah keluarga, dan ada di sekitar tetangga di sekitar RT 33,” katanya.
Selain tempat pengungsian, pihak kelurahan juga menyiapkan dapur umum dan posko logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Hafidz mengatakan, penanganan warga terdampak juga mencakup persoalan administrasi. Warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran akan didata untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Kami akan menghimpun korban-korban yang terdampak ini mengenai administrasi-administrasi yang hilang atau administrasi yang penting. Kami akan bekerja sama dengan Disdukcapil, dari Dinas Sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 33 Kelurahan Melayu, Supriyadi mengatakan, kebakaran bermula sekitar pukul 16.30 WITA. Api pertama kali terlihat dari kawasan belakang rumahnya.
Menurut Supriyadi, api diduga berasal dari aktivitas memasak di sebuah rumah sewaan milik warga.
“Mulai api itu dari belakang rumah saya, dari rumah sewaan,” kata Supriyadi, Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan rumah tersebut dihuni penyewa. Aktivitas memasak di dalam rumah itu diduga ditinggalkan hingga api mulai membesar.
“Rupanya ada yang masak di situ ditinggal dengan yang penyewanya,” lanjutnya.
Supriyadi mengaku keluar rumah setelah mendengar warga berteriak. Saat berada di luar, asap tebal sudah memenuhi kawasan permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang penting dari rumah masing-masing. Supriyadi sendiri sempat mengamankan surat-surat berharga dari rumahnya.
Api kemudian dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berdiri berdekatan di kawasan permukiman padat tersebut.
Supriyadi memperkirakan sebagian besar wilayah RT 33 terdampak kebakaran. Bahkan, bangunan yang terbakar disebut membentang hingga kawasan dekat lampu merah di ruas Jalan Aji Mohammad Alimudin.
Berdasarkan perkiraan sementara Supriyadi, sekitar 75 hingga 80 persen bangunan di lingkungan RT 33 terdampak kebakaran. Jumlah bangunan di kawasan tersebut diperkirakan lebih dari 50 bangunan, termasuk rumah kontrakan dan bangunan sewaan.
“Ini sekitar 80 persen dari RT 33 terdampak kebakaran,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma


75 Bangunan Terbakar di Danau Aji, Damkar Kukar Akui Terkendala Pasokan Air
Reses Masa Persidangan III, Arie Wibowo Serap Aspirasi Warga Samarinda Utara
Dandim Cup Meriahkan HUT ke-81 TNI, 26 SMP/MTs se-Kukar Adu Kemampuan
Peserta KB Aktif di Kukar Capai 88.556 Akseptor hingga September 2026
Puskesmas Rapak Mahang Perkuat Pencegahan Penyakit Menular Seksual, Catin Wajib Screening
Kredit Kukar Idaman Terbaik Segera Diluncurkan, Plafon hingga Rp500 Juta Tanpa Bunga
Lurah Melayu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gang Wakaf, Data Sementara 50 KK Terdampak