DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman, Senin (23/2/2026).
Tenggarong, Sambaranews.com – DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman, Senin (23/2/2026). Dalam pembahasan tersebut, Desa Sedulang masih menjadi fokus pendekatan karena belum menyatakan dukungan penuh untuk bergabung dalam rencana pembentukan kecamatan baru.
Ketua Komisi I DPRD Kukar, Agustinus Sudarsono, menyampaikan bahwa sejak awal terdapat kesepakatan 10 desa yang akan masuk dalam wilayah pemekaran. Namun hingga kini, masih terdapat dinamika internal, khususnya dari Desa Sedulang.
“Dari awal sudah sepakat Sedulang masuk dalam 10 desa yang akan mekar. Tetapi ada beberapa persyaratan dan harapan pembangunan yang mereka sampaikan, sehingga sembilan desa lainnya masih belum sepakat sepenuhnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara geografis akses menuju sejumlah desa seperti Menamang Kanan dan Menamang Kiri harus melewati wilayah Sedulang. Karena itu, DPRD memilih pendekatan persuasif agar tidak terkesan meninggalkan desa tersebut.
“Kami akan melakukan pendekatan informal dulu ke Desa Sedulang. Kami tidak ingin meninggalkan mereka, karena bagaimanapun sudah menjadi satu kesatuan dalam rencana 10 desa pemekaran ini,” tegasnya.
Menurut Agustinus, secara kajian administratif dan persyaratan teknis, rencana pemekaran sebenarnya telah memenuhi syarat. Luas wilayah dan jumlah penduduk juga dinilai mencukupi. Saat ini, kendala utama hanya kesiapan internal dari desa-desa yang terlibat.
Beberapa desa yang masuk dalam rencana pemekaran di antaranya Bunga Jadi, Menamang Kanan, Menamang Kiri, Panca Jaya, Sabintulung, Sidomukti, Cipari Makmur, Puan Cepak, Teratak, dan Sedulang.
Ia juga menyebutkan perjuangan pemekaran wilayah tersebut telah berlangsung selama tiga dekade. DPRD berharap dukungan semua pihak agar proses ini dapat segera terealisasi.
“Kami mohon dukungan semua pihak. Tinggal satu desa saja yang masih perlu pendekatan. Kami akan mencari jalan terbaik tanpa harus mengganti atau meninggalkan pihak mana pun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sedulang, Feriansyah, menegaskan pihaknya belum dapat langsung memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran tersebut. Menurutnya, desa masih membutuhkan perhatian serius dalam berbagai sektor, terutama pembangunan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Untuk saat ini kami belum bisa langsung bergabung atau mendukung sepenuhnya, karena desa kami masih sangat membutuhkan pelatihan dan pembangunan di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menilai Sedulang layak menjadi ibu kota kecamatan karena merupakan desa tua dan secara historis pernah menjadi penghubung wilayah Muara Kaman, dengan sedikitnya tujuh jalur penghubung yang pernah difungsikan.
Feriansyah juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan dan berdampak pada pelayanan masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan.
“Kami sangat kesulitan, terutama ketika ada warga yang akan melahirkan harus menuju puskesmas dengan kondisi jalan yang sangat tidak layak,” ungkapnya.
Ia berharap apa pun keputusan yang diambil nantinya, Desa Sedulang tetap mendapatkan alokasi pembangunan yang memadai, khususnya perbaikan jalan, peningkatan layanan pemerintahan, serta percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Jika kebutuhan dasar kami bisa dipenuhi, ke depan tentu kami akan mempertimbangkan untuk mendukung rencana pemekaran ini,” tutupnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal
Wabup Kukar Tegaskan Tangga Arung Square untuk Pedagang Kecil, Bukan Ladang Oknum
Kios Tak Kunjung Buka dan Dugaan Jual Beli Lapak Menguat, Rendi Solihin: Izin Siap Dicabut
Sidak Drainase Depan Kantor Bupati, Rendi Solihin Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan
Taman Ulin Tenggarong Terbengkalai, Warga Keluhkan Sampah dan Minim Perawatan
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik