Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno.
Tenggarong, Sambaranews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam atau PDAM Tirta Mahakam genap berusia 34 tahun pada Senin (19/1/2026). Momentum ini dimaknai sebagai refleksi capaian sekaligus penguatan langkah percepatan dan transformasi pelayanan, seiring ditetapkannya tahun anggaran 2026 sebagai tahun percepatan pelayanan oleh Bupati Kutai Kartanegara.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah meningkatkan pelayanan air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencakup 20 kecamatan dan 193 desa.
“Target besar kami adalah meningkatkan pelayanan air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Inilah fokus utama kami dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujarnya.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, Suparno menegaskan bahwa transformasi layanan berbasis digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Sebagai bagian dari transformasi layanan, PDAM Tirta Mahakam telah memanfaatkan aplikasi SIRANAM untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai informasi layanan.
“Saat ini kami sudah memiliki program SIRANAM yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi layanan PDAM, mulai dari informasi tagihan, proses pembayaran, hingga gangguan layanan yang sedang terjadi. Memang kami akui, pemanfaatannya belum sepenuhnya maksimal, namun ini merupakan bagian dari proses perubahan yang terus kami lakukan,” jelasnya.
Melalui sistem tersebut, masyarakat juga dapat melaporkan gangguan layanan maupun kebocoran jaringan. Suparno menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk meminimalkan kesalahpahaman di lapangan.
“Dengan adanya sistem ini, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara langsung mengenai biaya pemasangan sambungan baru atau informasi lainnya, karena semuanya sudah dapat diakses secara terbuka. Kami menyadari selama ini masih ada keluhan terkait ketidaksesuaian informasi biaya di lapangan,” katanya.
Ia juga berharap peran aktif media dalam menjaga akurasi informasi publik.
“Kami mengharapkan rekan-rekan media untuk mengonfirmasi setiap informasi langsung kepada kami, sehingga berita yang disampaikan tetap akurat,” tambahnya.
Penurunan tingkat Non-Revenue Water (NRW) menjadi salah satu prioritas utama manajemen, mengingat dampaknya terhadap pendapatan dan kontinuitas pelayanan.
“Saat ini NRW masih berada di kisaran 42 persen, sementara standar nasional berada di angka 25 persen. Oleh karena itu, penurunan NRW menjadi prioritas utama,” ungkap Suparno.
Ia optimistis perubahan mulai terlihat pada semester pertama tahun 2026, seiring kerja sama dengan pihak ketiga yang berpengalaman.
“Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam penanganan NRW di berbagai daerah. NRW bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kehilangan pendapatan perusahaan dan gangguan terhadap kontinuitas pelayanan,” tegasnya.
Terkait kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Suparno menyebutkan bahwa angka pasti masih menunggu hasil audit.
“Namun secara estimasi, kontribusi PDAM Tirta Mahakam pada tahun anggaran 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan, manajemen PDAM Tirta Mahakam juga menjalankan program reward ibadah umrah.
“Setiap tahun, sekitar 15 karyawan diberangkatkan secara proporsional berdasarkan zona wilayah kerja,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah