Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Kapras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Mujahidin.
Tenggarong, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital pendidikan. Sejak dimulai pada 2023, program pengadaan Chromebook kini telah menjangkau seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di Kukar, dengan total 30.976 unit perangkat.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Kapras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Mujahidin, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital pendidikan agar peserta didik lebih cepat memahami pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi informasi (IT).
“Melalui arahan pimpinan, seluruh SMP di Kukar wajib mendapatkan program ini. Total ada sekitar 162 SMP, terdiri dari 109 SMP negeri dan sekitar 50-an SMP swasta,” jelasnya saat diwawancarai, Rabu (14/1/2026).
Pengadaan Chromebook ini menerapkan konsep satu siswa satu perangkat, di mana Chromebook dapat dibawa pulang oleh siswa untuk menunjang pembelajaran. Secara kuantitas, jumlah perangkat yang tersedia telah menyesuaikan dengan jumlah siswa SMP se-Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), bantuan Chromebook difokuskan pada siswa kelas 4, 5, dan 6. Adapun siswa kelas 1 hingga 3 belum masuk dalam sasaran program. Jumlah SD di Kukar sendiri tercatat sekitar 456 sekolah.
Selain Chromebook, sekolah-sekolah di Kukar juga telah difasilitasi perangkat pembelajaran digital lainnya, seperti papan tulis digital dan Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat. Meski belum seluruh rombongan belajar terfasilitasi secara merata, seluruh sekolah telah memiliki papan tulis digital dengan jumlah yang bervariasi.
“Beberapa sekolah di wilayah perkotaan bahkan sudah terisi penuh di semua rombel. Namun memang masih ada kendala, seperti jaringan internet, listrik, hingga faktor keamanan perangkat,” ungkapnya.
Harga perangkat papan tulis digital yang mencapai sekitar Rp180 juta per unit juga menjadi tantangan tersendiri, belum termasuk biaya perawatan dan servis setelah masa garansi berakhir, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil seperti Kecamatan Tabang.
Meski demikian, dari sisi perangkat, Pemkab Kukar menilai program transformasi digital pendidikan sudah terpenuhi. Tantangan ke depan lebih pada kesiapan guru dan motivasi belajar siswa dalam memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Iman Huzaeni. Ia mengatakan, program Chromebook di sekolahnya telah berjalan sejak 2023 dan seluruh siswa telah difasilitasi perangkat tersebut.
“Jumlah siswa kami saat ini 947 orang dan semuanya mendapatkan Chromebook. Bantuan ini langsung berupa unit dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Menurut Iman, keberadaan Chromebook sangat membantu proses belajar mengajar. Siswa dapat mengakses berbagai aplikasi pembelajaran digital, termasuk Google Workspace for Education dan video pembelajaran.
“Manfaatnya sangat besar. Dulu anak-anak membawa handphone ke sekolah, sekarang sudah dilarang karena semua kebutuhan pembelajaran bisa melalui Chromebook,” katanya.
Selain itu, sekolah juga mendapatkan dukungan jaringan WiFi, termasuk pembiayaan internet yang ditanggung oleh dinas. Selama program berjalan, kendala kerusakan perangkat dinilai masih dalam batas wajar.
“Kalau masih masa garansi, perbaikan ditangani penyedia. Setelah garansi habis, menjadi tanggung jawab pemakai selama penggunaan normal,” jelasnya.
Iman berharap dukungan pembiayaan dan jaringan internet tetap berlanjut, mengingat program Chromebook yang berjalan selama ini dinilai tepat sasaran. Keberlanjutan program pada 2026 masih menunggu kepastian kebijakan dan ketersediaan anggaran, setelah sebelumnya pada 2024–2025 seluruh kebutuhan ditanggung oleh dinas, guna terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah