Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, saat ditemui usai apel pagi di Sekretariat DPRD, Senin (17/11/2025).
Tenggarong, Sambaranews.com — Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ir. H. Ahmad Yani, menghadiri Temu Profesi Tahunan (TPT) XXXIV Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) 2025 yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 11 November 2025. Kegiatan berskala nasional ini menjadi ruang pertemuan penting bagi para profesional pertambangan dari seluruh Indonesia untuk membahas arah pembangunan industri ekstraktif yang lebih maju dan berkelanjutan.
Ahmad Yani menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan DPRD Kukar terhadap peningkatan profesionalisme sektor pertambangan, terlebih karena Kukar merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertambangan terbesar di Indonesia.
“Kegiatan PERHAPI ini adalah forum temu profesi tingkat nasional dan terbuka untuk siapa saja. Kami mengikuti karena penting untuk menciptakan profesionalisme di bidang pertambangan, terutama di Kutai Kartanegara,” ujarnya saat ditemui usai apel pagi di Sekretariat DPRD Kukar, Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pengelolaan tambang harus didasarkan pada kaidah keilmuan sehingga operasional perusahaan menjadi lebih berkelanjutan, bersih, dan ramah lingkungan. Menurutnya, kondisi pertambangan di berbagai daerah, termasuk Kukar, masih belum sepenuhnya memenuhi harapan dan standar ideal.
“Dengan pengelolaan yang profesional, kualitas pemanfaatan sumber daya alam bisa meningkat. Tidak seperti sekarang, masih banyak tambang yang belum memenuhi tujuan idealnya,” tegasnya.
Ketua DPRD Kukar itu juga menyoroti sejumlah persoalan struktural di sektor pertambangan yang masih menjadi tantangan bersama. Mulai dari persoalan kerusakan lingkungan, minimnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar tambang, hingga program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dinilai belum berjalan maksimal.
Selain itu, Ahmad Yani menilai implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh sebagian perusahaan tambang masih belum sesuai harapan. Padahal, CSR merupakan instrumen penting untuk memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung dari keberadaan industri pertambangan.
“Semua itu menjadi perhatian kita sebagai insan yang hidup di Kukar. Ke depan, kita harus memastikan sektor pertambangan dikelola lebih baik, lebih profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Melalui momentum TPT PERHAPI 2025, Ahmad Yani berharap pemerintah daerah, DPRD, dan perusahaan tambang dapat mengadopsi berbagai rekomendasi serta praktik terbaik (best practices) yang dibahas dalam forum tersebut. Ia juga menilai hasil pertemuan nasional itu penting sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan daerah, terutama yang berkaitan dengan tata kelola pertambangan, pengawasan lingkungan, dan peningkatan kontribusi sektor tambang terhadap kesejahteraan masyarakat Kukar.
Menurutnya, masa depan industri pertambangan Kukar harus bergerak menuju standar operasional yang lebih modern, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pertambangan agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah