
Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang sering kali menjadi ujian bagi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun. Namun, tantangan itu tak membuat mereka surut langkah dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, mengatakan bahwa cuaca buruk ditambah kondisi jalan yang sempit dan padat rumah penduduk membuat pergerakan armada sering terkendala. Meski demikian, petugas tetap siaga dan siap bertindak cepat. “Kalau api sudah muncul, kami tidak bisa menunggu. Hujan deras bukan alasan berhenti, justru kami harus lebih hati-hati supaya tetap bisa cepat sampai lokasi,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Abdi menambahkan, sebagian besar kawasan di Kota Bangun memiliki akses jalan yang tidak terlalu lebar sehingga menyulitkan mobil pemadam berukuran besar untuk bermanuver. “Kadang kami harus atur posisi kendaraan dengan presisi supaya tidak menghalangi rumah warga. Koordinasi antaranggota jadi hal penting,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala itu, petugas menyiapkan strategi lapangan, termasuk membawa peralatan manual seperti selang panjang dan pompa portabel jika unit tak bisa masuk ke gang sempit. Selain itu, koordinasi dengan relawan dan warga sekitar turut membantu mempercepat penanganan.
Dedikasi dan ketangguhan para petugas Damkarmatan Kota Bangun menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik. Di tengah cuaca ekstrem dan akses yang menantang, mereka tetap berdiri tegak demi satu tujuan, keselamatan warga Kutai Kartanegara. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Komplotan Curanmor 8 TKP Dibekuk, Satu Dewasa dan Tiga ABH Diamankan
Disdikbud Kukar Pastikan Pendidikan Santri Tetap Berjalan di Tengah Proses Hukum
Ratusan Sekolah di Kukar Masih Butuh Perbaikan, Disdikbud Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Di Balik Percepatan SP2D Online, BPK Temukan ASN Terima Honor 900 Kali Senilai Rp9,5 Miliar