Bupati Kutai Kartanegara beserta jajaran Pemerintah Kabupaten berfoto bersama rombongan Pansus I DPRD Luwu Timur seusai agenda pembelajaran tata kelola BUMD di Kantor Bupati Kukar, Tenggarong.
Tenggarong, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Jumat (24/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi pembelajaran penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perseroan Daerah (Perseroda).
Ketua Pansus Penyertaan Modal Daerah DPRD Luwu Timur, H. M. Sarkawi Hamid, menjelaskan bahwa kunjungan mereka ke Kutai Kartanegara bertujuan mempelajari sistem pengelolaan dan pola kerja Perseroda yang dinilai telah berjalan dengan baik.
“Salah satu tujuan kami ke Kukar ini adalah untuk melihat bagaimana kerja Perseroda Kutai Kartanegara. Pola dan sistem yang ada di sini akan kami pelajari untuk kemudian diterapkan di daerah kami,” jelas Sarkawi.
Ia menambahkan, salah satu hal yang menjadi perhatian pihaknya adalah kemampuan Perseroda Kukar dalam mengembangkan core business yang dinilai berhasil mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Hal ini menjadi inspirasi bagi kami, karena Perseroda di sini sudah mampu menghasilkan dividen bagi daerah. Ini akan menjadi bahan diskusi kami dalam penyusunan Ranperda nanti,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Direktur SDM dan CSR PT Luwu Timur Gemilang, Ittong, yang juga memaparkan poin-poin penting hasil pertemuan.
Ada tiga prinsip utama dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang disampaikan pihak Pemkab Kukar bersama jajaran Badan Milik Daerah (BMD).
“Pertama, pengelolaan Perseroda harus berdasarkan asas keadilan (fair). Kedua, memiliki rencana bisnis yang matang. Dan ketiga, menerapkan sistem manajemen risiko agar dapat mengantisipasi potensi masalah di kemudian hari,” ungkap Ittong.
Ia menegaskan, ketiga prinsip itu akan menjadi dasar pengembangan BUMD Luwu Timur agar dapat bergerak lebih profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Luwu Timur yang tengah merancang regulasi terkait penyertaan modal daerah.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman antardaerah dalam memperkuat tata kelola BUMD.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan DPRD Luwu Timur yang memilih Kukar sebagai daerah rujukan. Diskusi tadi juga menjadi refleksi bagi kami untuk memastikan pembinaan BUMD di Kukar sudah sejalan dengan harapan masyarakat,” tutur Sunggono.
Ia menambahkan, kinerja BUMD di Kutai Kartanegara saat ini patut disyukuri karena telah mampu memberikan dividen bagi daerah, meskipun tanpa adanya penyertaan modal baru dari pemerintah daerah.
“Kita bersyukur, BUMD di Kukar bisa tetap hidup dan berkontribusi tanpa tambahan saham atau modal baru. Ini membuktikan bahwa asumsi ‘tanpa penyertaan modal BUMD tidak bisa berjalan’ itu tidak sepenuhnya benar,” tegas Sunggono.
Diharapkan, hasil kunjungan ini dapat menjadi referensi bagi Luwu Timur dalam merumuskan regulasi dan strategi penguatan BUMD di wilayahnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah