Tawa riang anak-anak TK mewarnai kegiatan edukatif bermain air di Mako Damkar Kukar, Kamis (16/10/2025).
Tenggarong, Samabarnews.com – Suasana ceria mewarnai halaman Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kamis (16/10/2025) pagi. Puluhan anak-anak taman kanak-kanak (TK) datang berkunjung untuk mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran.
Dengan wajah polos dan tawa riang, anak-anak tampak antusias menyaksikan petugas memperagakan perlengkapan pemadam api, mulai dari helm, baju pelindung, hingga alat semprot air yang menjadi favorit mereka. Sorakan kecil terdengar setiap kali petugas menyemprotkan air ke udara, seolah mereka ikut merasakan serunya menjadi pemadam cilik.
Kegiatan kunjungan edukatif ini merupakan bagian dari tema pembelajaran sekolah bertajuk Mengenal Profesi. Kepala Sekolah KB Ibnu Sina 2 Tenggarong, Fatimah, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun.
“Kegiatan kami hari ini sesuai dengan tema pembelajaran di sekolah, yaitu kegiatan profesi. Anak-anak kami ajak mengenal berbagai profesi, salah satunya petugas pemadam kebakaran,” ujar Fatimah.
Ia menambahkan, kunjungan ini menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak karena dapat melihat langsung pakaian dan alat yang digunakan petugas. Bermain air, lanjutnya, selalu menjadi momen yang paling ditunggu.
“Setiap tahun kami rutin berkunjung ke sini karena anak-anak sangat senang. Bahkan orang tua juga sudah menanyakan apakah tahun depan akan ada kunjungan ke PMK lagi,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Damkarmatan Kukar, Baharudin (akrab disapa Pak Rudi), mengatakan bahwa kunjungan anak-anak sekolah merupakan bagian dari program rutin bidang pencegahan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sejak dini.
“Kegiatan seperti ini kami lakukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelompok bermain hingga SMA. Tujuannya memberikan pemahaman tentang dunia pemadam kebakaran dan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bahaya api,” jelasnya.
Menurut Baharudin, untuk anak-anak usia TK, materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui permainan, demonstrasi alat, dan pengenalan sederhana tentang manfaat serta bahaya api.
“Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa api bisa bermanfaat, tetapi juga berbahaya. Api kecil sahabat kita, tapi kalau membesar bisa jadi musibah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran guru dan sekolah yang aktif menjalin kerja sama dengan Damkar melalui nota kesepahaman (MoU). Beberapa sekolah bahkan meminta dilakukan pendataan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekolah.
“Kami berterima kasih atas antusiasme pihak sekolah. Ini sangat membantu tugas kami di bidang pencegahan,” ungkapnya.
Sebagai penutup kegiatan, tawa anak-anak kembali pecah ketika mereka mencoba wahana flying fox yang dipandu langsung oleh petugas Damkar. Dengan pengaman lengkap, satu per satu anak meluncur sambil berteriak gembira, disambut tepuk tangan guru dan orang tua di bawah.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk belajar keberanian, kerja sama, dan keselamatan melalui cara yang menyenangkan.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah