fto : Portal Kaltim
SAMARINDA, SAMBARANEWS.COM, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat penyaluran 63.548 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK melalui Program Gratispol tahun 2026.
Hingga saat ini, realisasi fisik program dengan pagu anggaran Rp65 miliar tersebut telah mencapai 90,20 persen. Nilai alokasi untuk setiap paket perlengkapan sekolah ditetapkan sebesar Rp1 juta per siswa.
Pemprov Kaltim menargetkan seluruh paket seragam selesai didistribusikan oleh penyedia sebelum masa kontrak berakhir pada 30 November 2026. Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim juga memperbaiki sistem pendataan agar bantuan diterima siswa yang berhak, terutama murid kelas X.
Kasi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Priangga, mengatakan bantuan tersebut dialokasikan untuk peserta didik di 576 sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kaltim. Sekolah tersebut terdiri atas 333 SMA/MA, 207 SMK, dan 36 Sekolah Luar Biasa (SLB).
Setiap penerima memperoleh satu paket perlengkapan sekolah yang terdiri atas sepatu, tas, seragam, topi, dasi, ikat pinggang, dan kaus kaki. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.
“Setiap siswa penerima akan mendapatkan satu paket perlengkapan sekolah lengkap, meliputi sepatu, tas, seragam, topi, dasi, ikat pinggang, hingga kaus kaki. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak,” ujar Priangga, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, Disdikbud Kaltim kini menggunakan sistem pendataan digital untuk mempercepat administrasi dan meningkatkan ketepatan data penerima. Perbaikan tersebut dilakukan dengan mengacu pada evaluasi pelaksanaan program pada 2025, khususnya terkait waktu produksi dan mekanisme distribusi.
Menurut Priangga, pengawasan dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan program. Disdikbud Kaltim juga telah mengidentifikasi sejumlah risiko dan menyiapkan langkah mitigasi agar penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana.
“Dalam proses ini, kami memastikan seluruh tahapan berjalan dalam pengawasan ketat. Kami juga telah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi agar pelaksanaan program berjalan optimal,” katanya.
Priangga menambahkan, pelaksanaan program seragam gratis pada 2025 sempat menghadapi sejumlah kendala. Meski demikian, seluruh pengerjaan berhasil diselesaikan 100 persen sebelum batas waktu kontrak berakhir. Untuk pelaksanaan tahun ini, pemerintah daerah terus mendorong percepatan distribusi agar seluruh paket tersalurkan tepat waktu.
Sementara itu, Kepala Subbagian Umum Disdikbud Kaltim, Suprapto, menerangkan bahwa pendataan penerima bantuan pada 2026 dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi digital. Sistem ini digunakan untuk menjaga keakuratan data, terutama bagi siswa kelas X yang baru memasuki jenjang SMA/SMK.
Pendataan baru dimulai pada akhir Juni 2026 setelah penetapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Waktu tersebut dipilih agar daftar penerima mengacu pada data siswa yang telah resmi terdaftar di sekolah masing-masing.
Suprapto menyebutkan, perubahan status sekolah dan kesalahan pengisian ukuran seragam menjadi kendala yang perlu diantisipasi dalam proses pendataan.
“Dinamika penerimaan murid menjadi salah satu tantangan. Ada murid yang awalnya diterima di sekolah negeri, lalu berpindah ke sekolah swasta. Selain itu, masih ditemukan ketidaksesuaian input ukuran seragam,” jelas Suprapto.
Kesalahan ukuran seragam menjadi perhatian karena dapat menghambat penyaluran dan membuat bantuan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Kaltim terus berkoordinasi dengan pihak sekolah guna meminimalkan kesalahan pengisian data. (*)
Wartawan: Kusma


Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Digelar, Polres Ponorogo Fokus Tertibkan Pelanggaran Lalu Lintas
Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai, Balap Liar Jadi Sasaran Pengawasan
Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Ponorogo Ajak Pelajar SMPN 4 Bijak Bermedia Sosial
Polres Ponorogo Intensifkan Patroli Blue Light pada Malam Minggu, Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar
Bupati Kukar Lantik 11 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik
Hari Santri 2026, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Wujudkan Pesantren Ramah Anak