Rahmat Darmawan, Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Penyambung Lidah Rakyat yang digelar di Aula Green 99, Sanga-Sanga, Sabtu (28/3/2026), berlangsung penuh antusias.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi perjalanan Rahmat Dermawan selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk daerah pemilihan Sanga-Sanga, Muara Jawa, dan Samboja.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat menyampaikan bahwa pemutaran film dokumenter ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk refleksi atas perjalanan karier politiknya sejak awal bersama masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin mengingat kembali awal perjuangan dan kebersamaan dengan masyarakat. Ini juga menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki hak konstitusional dan politik yang harus digunakan dengan baik,” ujarnya.
Selama menjabat, Rahmat mengaku telah menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membantu pelaku UMKM serta pekerja rentan seperti tukang dan buruh melalui penyediaan perlengkapan kerja, fasilitas pendukung, hingga pelatihan peningkatan kapasitas.
Selain itu, sektor infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Ia mengakui masih banyak wilayah yang membutuhkan perhatian, mengingat luasnya Kabupaten Kutai Kartanegara.
Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Sanga-Sanga Muara, tepatnya di RT 11. Kawasan tersebut masih menghadapi keterbatasan akses jalan dan jembatan.
“Di sana mayoritas masyarakat adalah nelayan dan petani. Kami sudah menjalankan dua program, yakni bantuan untuk nelayan dan UMKM serta perbaikan jalan dan jembatan yang sudah dilakukan dua kali. Namun karena panjang jembatan cukup besar, pengerjaannya belum selesai sepenuhnya,” jelasnya.
Rahmat memastikan ke depan akan terus mendorong agar wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan dapat memperoleh perhatian lebih melalui program pemerintah.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pemutaran film. Beragam reaksi muncul, mulai dari haru hingga emosional, karena kisah yang ditampilkan merupakan peristiwa nyata yang pernah dialami bersama.
“Film ini bukan dibuat dari skenario, melainkan dokumentasi perjalanan kami selama menjabat. Masyarakat juga menjadi bagian dari cerita tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Bunda PAUD KB Tunas Melati Kelurahan Pendingin, yakni Kiki, Nunu, Eni, dan Jeje, mengaku senang dapat kembali berkumpul dalam suasana hangat usai Ramadan.
Mereka menilai film tersebut mampu menggambarkan sosok Rahmat Dermawan secara nyata, sesuai dengan apa yang telah dikerjakan di lapangan.
“Yang ditampilkan sesuai dengan kepribadian beliau dan apa yang sudah direalisasikan, bukan sekadar janji,” ungkap mereka.
Mereka juga merasakan dampak signifikan dari pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang kini memangkas waktu tempuh dari Pendingin ke Sanga-Sanga dari sekitar 30 menit menjadi hanya 10–15 menit.
Di akhir kegiatan, masyarakat berharap program-program yang telah berjalan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas.
“Harapan kami, beliau tetap konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat dan semakin dekat dengan warga,” tutup mereka.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Atap Bocor Dikeluhkan Pedagang, Disperindag Kukar Targetkan Perbaikan Pasar Mangkurawang Tuntas Juni 2026
Ancaman PHK di Depan Mata, Pemkab Kukar Dorong Perlindungan Pekerja Lokal
Wabup Kukar Tegaskan Tangga Arung Square untuk Pedagang Kecil, Bukan Ladang Oknum
Kios Tak Kunjung Buka dan Dugaan Jual Beli Lapak Menguat, Rendi Solihin: Izin Siap Dicabut