Kegiatan KADES (Kreativitas Anak Desa) Loa Kulu Kota digelar sebagai ruang kreativitas generasi muda desa, Rabu malam (11/2/2026).
Loa Kulu, Sambaranews.com – Kegiatan KADES (Kreativitas Anak Desa) bertajuk Loa Kulu Kota “Bekarya” Membangun Desa kembali digelar pada Rabu malam (11/2/2026) di Taman Literasi Desa Loa Kulu Kota. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Kulu Kota dan Kapolsek Loa Kulu dalam menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Acara yang rutin dilaksanakan setiap malam Kamis ini menjadi panggung seni sekaligus wadah pembinaan karakter anak-anak desa. Sejumlah penampilan turut memeriahkan suasana, mulai dari nyanyian siswi SDN 003 Loa Kulu, tarian anak-anak TK Teratai Loa Kulu, hingga hiburan musik akustik yang disambut antusias warga.
Menariknya, lokasi kegiatan yang kini menjadi Taman Literasi tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, menjelaskan perubahan itu dilakukan secara bertahap selama kurang lebih enam tahun.
“Awalnya ini tempat sampah. Kami tata pelan-pelan hingga menjadi Taman Literasi seperti sekarang. Kegiatan ini berangkat dari kreativitas anak desa dan kekhawatiran kami terhadap perkembangan zaman yang begitu pesat,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak desa memiliki potensi besar untuk bersaing, namun sebelumnya belum memiliki wadah untuk berkembang. Melalui KADES, pemerintah desa ingin menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Kami tampilkan tarian Dayak, Toraja, Hudoq, juga kesenian dari Tenggarong yang sudah sering hadir. Musik modern juga tetap kami hadirkan. Tujuannya agar anak desa mampu bersaing sejajar dengan anak kota,” tambahnya.
Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan keempat ini masih dikelola secara mandiri. Para penampil tampil secara gratis, sementara pendanaan diperoleh dari iuran penonton dan dukungan desa berupa fasilitas seperti penerangan, penataan lokasi, hingga bantuan perlengkapan kelompok seni melalui dana desa (ADT).
Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Sejumlah warga dan anak muda berjualan makanan serta minuman di sekitar lokasi acara.
“Kami ingin UMKM berkembang. Tadi tempe yang dijual bahkan habis duluan. Harapannya mereka bisa berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa,” jelasnya.
Pemerintah Desa berharap kegiatan ini mampu membangun pola pikir generasi muda agar lebih percaya diri.
“Kita boleh jadi orang desa, tapi pemikiran kita jangan desa. Banyak potensi di sekitar kita. Semua bermula dari desa, semua bermula dari senyum anak desa,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menegaskan dukungan penuh pihak kepolisian terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama membangun lingkungan yang positif.
“Kami memiliki ide awal atas kegiatan ini dan merasa mempunyai kewajiban untuk terus menghadirkan serta mengangkat kegiatan-kegiatan positif, khususnya di Desa Loa Kulu Kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan media sangat penting dalam mempublikasikan serta memperkuat dukungan terhadap program-program positif di tengah masyarakat.
Kapolsek juga aktif berkeliling ke dusun-dusun untuk menggali potensi seni dan budaya, seperti kelompok karawitan, jaranan, hingga kelompok seni Toraja dan Dayak, agar berani tampil di Taman Literasi.
Ke depan, kegiatan tidak hanya digelar setiap malam Kamis. Pemdes dan Kapolsek telah merancang variasi kegiatan, termasuk agenda malam Minggu dengan konsep berbeda untuk semakin menghidupkan suasana desa.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, KADES Loa Kulu Kota menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan kepolisian mampu mengubah tempat pembuangan sampah menjadi panggung kreativitas, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan keberanian generasi muda dalam berkarya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


DPRD Kukar Dorong Skema Tahun Jamak Perbaiki Jalan Rusak Kota Bangun–Kenohan
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Aksi Mahasiswa Diwarnai Kekecewaan, Pemkab Kukar Jelaskan Ketidakhadiran Bupati
Mulai Jumat, Pemkab Kukar Berlakukan WFA bagi ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Kukar Berpeluang Dapat Proyek Peternakan Terpadu, Siapkan Lahan 100 Hektare di Muara Kaman
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat