Ikon Pesut Mahakam menghiasi Jalan Akhmad Dahlan RT 06, Desa Muara Muntai Ulu, Kukar.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Sebuah ikon Pesut Mahakam kini berdiri di Jalan Akhmad Dahlan RT 06, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Patung tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial, bukan karena kemegahannya semata, melainkan karena biaya pembuatannya yang terbilang sangat minim.
Di tengah anggapan umum bahwa pembangunan ikon daerah memerlukan anggaran besar, patung Pesut Mahakam ini justru hanya menghabiskan dana sekitar Rp350.000. Menariknya, anggaran tersebut bukan berasal dari dana desa, melainkan dana pribadi yang digunakan khusus untuk pembelian pompa air agar air dapat mengalir dari mulut pesut.
Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembuatan ikon ini berawal dari inspirasi spontan tukang bangunan yang saat itu tengah mengerjakan pembangunan pelantaran masjid desa, yang kemudian disambut baik oleh pemerintah desa.
“Awalnya beliau mendapatkan inspirasi setelah ia beristirahat bekerja. Dari situ muncul ide untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Kami setuju, lalu beliau langsung membuatnya dengan inspirasinya,” ujar Husain lewat sambungan telepon, Selasa (10/2/2026).
Menurut Husain, Pesut Mahakam dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Muara Muntai yang berada di kawasan perairan Sungai Mahakam dan identik dengan aktivitas nelayan.
“Pesut Mahakam sering melintas di kawasan ini. Ikon ini kami harapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya Pesut Mahakam yang hampir punah,” katanya.
Husain juga menyampaikan bahwa pembuatan patung tersebut murni berasal dari dana pribadi dan tidak menggunakan dana desa.
“Ini tidak memakai dana desa sama sekali, dana yang keluar itu hanya Rp350.000 untuk membeli pompa air yang dipasang agar air dapat mengalir dari mulut patung,” ungkapnya.
Sementara itu, patung Pesut Mahakam tersebut dibuat oleh Joko Saptono (56), seorang tukang bangunan yang telah hampir 10 tahun menetap di Desa Muara Muntai Ulu. Ia mengaku patung tersebut dibuat sebagai bentuk kenang-kenangan sebelum dirinya berencana pulang ke kampung halaman di Jawa.
“Awalnya saya mau pulang ke Jawa. Jadi saya ingin meninggalkan sesuatu sebagai kenang-kenangan, setelah itu muncul ide mau buat patung pesut,” ujar Joko.
Joko menjelaskan, patung setinggi sekitar dua meter tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan bekas, seperti sisa material pembangunan pelantaran Masjid Besar Asy-Syakirin. Bagian dalam patung diisi styrofoam, lalu dilapisi semen.
“Bahannya semen, pasir, besi, cat deko dan styrofoam. Styrofoam dibentuk terlebih dulu, lalu disemen. Saya kerjakan secara bertahap,” jelasnya.
Proses pembuatannya pun terbilang singkat. Joko menyebut pengerjaan patung tersebut hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua hari, dikerjakan di sela-sela waktu istirahat dan menyesuaikan kondisi cuaca.
“Kalau hujan, saya tidak bisa kerja di masjid, jadi membentuk styrofoam-nya saya kerjakan di kamar. Niatnya iseng saja, tapi serius kerjakannya,” katanya sambil tertawa.
Meski karyanya menuai pujian warganet, Joko enggan disebut sebagai seniman.
“Saya cuma tukang bangunan, saya tidak mengakui kalau diri saya seniman. Saya hanya membuat saja,” ucapnya merendah.
Kehadiran ikon Pesut Mahakam dengan anggaran minim ini pun mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang memuji kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong yang tercermin dari patung tersebut.
Ikon sederhana itu kini bukan hanya menjadi penanda kawasan, tetapi juga simbol bahwa karya bermakna tidak selalu lahir dari anggaran besar, melainkan dari niat, kepedulian, dan kecintaan terhadap daerah.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


15 Hari Tak Kembali dari Berburu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian di Marangkayu
Ngopi Bareng Pelaku Seni, Kapolsek Loa Kulu Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kasatlantas Polres Kukar Imbau Pengendara Tertib Berlalu Lintas, Hindari Mendahului di Jembatan
Bupati Kukar: Utang Daerah Rp820 Miliar, Pemkab Siapkan Skema Pinjaman untuk Lunasi Kewajiban
Polantas Menyapa: Sapaan dan Pemeriksaan Demi Keselamatan Para Driver
Bupati Kukar Kukuhkan FKDM dan Duta Pancasila, Perkuat Deteksi Dini dan Pembinaan Ideologi Generasi Muda