Isran Noor, mantan Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023, saat menghadiri Milad Sultan Kutai Kartanegara.
Tenggarong, Sambaranews.com – Isran Noor, mantan Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023, kembali tampil dengan gaya khasnya yang ramah, santai, dan penuh canda saat menghadiri Kaseh Selamat Milad Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan Aji Muhammad Arifin ke-75 tahun.
Acara berlangsung meriah di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (9/2/2026), dan turut dihadiri pejabat penting, tokoh masyarakat, serta kerabat kesultanan.
Kehadiran Isran Noor yang didampingi Wakil Gubernur saat ia menjabat, Hadi Mulyadi, langsung mencuri perhatian. Usai ramah tamah dengan Sultan dan permaisuri Bunda Ratu Sekar Asih, suasana menjadi hangat saat sejumlah tamu bergantian meminta foto bersama. Isran melayani dengan santai, sesekali melempar candaan.
Setelah rangkaian kegiatan, Isran berbincang ringan dengan para wartawan. Saat ditanya pandangannya tentang kegiatan yang dihadiri, ia menjawab dengan serius namun tetap diselingi gurauan.
Menurutnya, eksistensi kesultanan hingga hari ini merupakan bagian penting dari identitas bangsa.
“Kalau melihat kejayaan kesultanan sekarang, yang jelas kesultanan adalah warisan budaya bangsa. Budaya bangsa itu termasuk kesultanan. Negara ini dari dulu dibentuk oleh kerajaan-kerajaan dan para sultan. Awal sejarah kebangsaan kita juga tidak lepas dari peran mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun kesultanan tidak lagi menjadi struktur formal dalam sistem kenegaraan modern, nilai dan warisannya tetap harus dijaga.
“Walaupun saat ini kesultanan sudah tidak lagi menjadi status formal dalam sistem kenegaraan, tetapi sebagai bangsa kita harus tetap menjaga dan memeliharanya,” katanya.
Usai memberi penjelasan, Isran sempat memastikan para wartawan memahami maksudnya.
“Paham nggak? Pahamlah ikam,” ucapnya sambil tertawa.
Momen santai juga terjadi saat ia ditanya soal tumpeng yang diberikan Sultan kepadanya. Dengan gaya bercanda, Isran merespons seolah tidak mengetahui.
“Hah? Iyakah? Kenapa? Tumpeng apa? Aku enggak tahu. Apa itu tumpeng?” tanyanya sambil menahan senyum.
Ketika dijelaskan bahwa tumpeng adalah nasi berbentuk kerucut, candaan kembali dilontarkan.
“Hah apa? Hah apa tadi? Masih tetulian aku wayahni,” ujarnya, memancing tawa.
Meski bergurau, Isran tetap menyampaikan makna simbolik pemberian tersebut.
“Tadi aku juga menerima tumpeng kedua dari Sultan. Ya, yang kedua. Harapannya tentu baik. Tumpeng itu kan berbentuk segitiga, biasanya punya makna dan harapan tertentu,” jelasnya.
Ia kembali menekankan rasa hormatnya kepada Sultan sebagai tokoh sentral kebudayaan serta posisi historis Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Saya sangat menghormati beliau sebagai tokoh sentral kebudayaan, apalagi kesultanan ini dulunya merupakan salah satu kerajaan tertua di republik ini. Jadi sudah sepatutnya kita menghargai. Itu menurut saya, enggak tahu kalau yang lain,” tuturnya.
Isran juga menyinggung pengalamannya menghadiri kegiatan serupa di Kesultanan Ternate yang mempertemukan berbagai kesultanan dan keraton Nusantara dalam semangat pelestarian budaya.
Menjelang akhir perbincangan, pertanyaan tentang arah politik menuju 2030 dan kemungkinan dirinya kembali maju dijawab dengan gaya khas, singkat, tegas, dan bernada humor.
“Aku ini enggak pernah mundur. Jalan ke samping aja enggak pernah, apalagi mundur. Jalan terus ke depan,” katanya sambil bergurau.
Obrolan pun ditutup dengan komentarnya mengenai jalannya pemerintahan Kalimantan Timur saat ini dan program Gratispol Rudi–Seno yang ia sebut mantap dan sukses, sebelum kembali melempar candaan yang membuat wartawan di sekelilingnya tertawa.
Suasana hangat, budaya yang dijunjung, serta gaya komunikasi santai Isran Noor menjadi warna tersendiri dalam peringatan Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara tahun ini.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


15 Hari Tak Kembali dari Berburu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian di Marangkayu
Ngopi Bareng Pelaku Seni, Kapolsek Loa Kulu Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kasatlantas Polres Kukar Imbau Pengendara Tertib Berlalu Lintas, Hindari Mendahului di Jembatan
Bupati Kukar: Utang Daerah Rp820 Miliar, Pemkab Siapkan Skema Pinjaman untuk Lunasi Kewajiban
Kisah di Balik Ikon Pesut Mahakam: Bukan Proyek Miliaran, Hanya Ide Iseng Sebelum Pulang Kampung
Polantas Menyapa: Sapaan dan Pemeriksaan Demi Keselamatan Para Driver