Peringatan HUT ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Senin (9/2/2026).
Tenggarong, Sambaranews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, digelar khidmat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (9/2/2026). Peringatan ini menjadi momentum penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdian Sultan yang lahir pada 9 Februari 1951.
Kegiatan dihadiri langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Ketua DPRD Ahmad Yani, jajaran Forkopimda Kukar dan Kaltim, kepala OPD, para camat, tokoh masyarakat seperti Isran Noor, Hadi Mulyadi, Edy Damansyah, serta kerabat kesultanan.
Pangeran Mangku Patih mewakili kerabat kesultanan dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas kehadiran para undangan serta menegaskan posisi kesultanan sebagai pilar nilai budaya dan peradaban di Tanah Kutai.
“Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bukan hanya warisan sejarah, tetapi simbol peradaban, kearifan lokal, dan nilai luhur yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. Nilai itu menjadi tonggak kebijaksanaan, keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap adat,” ujarnya.
Momentum peringatan ulang tahun Sultan ini disebut sebagai sarana memperkuat komitmen bersama antara kesultanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa kesultanan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga adat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Tanah Kutai adalah tanah yang menjunjung tinggi adat istiadat. Pesan Ayahanda Sultan selalu kami ingat, bahwa jika bukan kita yang menjaga adat dan budaya sendiri, maka adat itu akan hilang,” ungkap Aulia.
Aulia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menempatkan adat dan adab sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang secara resmi menegaskan peran Sultan sebagai pilar utama pelestarian nilai-nilai luhur dan identitas sosial budaya daerah.
Sebagai penutup, Bupati menyampaikan doa dan harapan bagi Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21.
“Kami semua mendoakan semoga Yang Mulia Sultan senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan oleh Allah SWT dalam memimpin dan menjaga kelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Semoga beliau selalu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkas Aulia.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


15 Hari Tak Kembali dari Berburu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian di Marangkayu
Ngopi Bareng Pelaku Seni, Kapolsek Loa Kulu Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kasatlantas Polres Kukar Imbau Pengendara Tertib Berlalu Lintas, Hindari Mendahului di Jembatan
Bupati Kukar: Utang Daerah Rp820 Miliar, Pemkab Siapkan Skema Pinjaman untuk Lunasi Kewajiban
Kisah di Balik Ikon Pesut Mahakam: Bukan Proyek Miliaran, Hanya Ide Iseng Sebelum Pulang Kampung
Polantas Menyapa: Sapaan dan Pemeriksaan Demi Keselamatan Para Driver