Bupati Kutai Kartanegara menyerahkan SK Kementerian Pariwisata kepada Sultan Kutai Kartanegara dalam peringatan milad di Kedaton.
Tenggarong, Sambaranews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tradisi adat Erau resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nasional (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Penetapan tersebut diumumkan bertepatan dengan Milad ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Adji Muhammad Arifin, yang digelar di Kedaton Kesultanan Kukar, Senin (9/2/2026).
Penetapan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pariwisata sebagai bentuk apresiasi negara terhadap pelestarian budaya daerah.
Erau merupakan upacara adat yang telah mengakar kuat di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kata Erau berasal dari kata Eroh yang berarti ramai atau riuh, menggambarkan suasana penuh sukacita yang mengandung makna sakral, ritual, sekaligus hiburan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa masuknya Erau ke dalam kalender Karisma Event Nasional menjadi perhatian besar di tingkat nasional.
“Dengan masuknya Erau dalam kalender Karisma Event Nasional, tentu ini menjadi atensi dan perhatian secara nasional. Kami berharap seluruh pemangku kebijakan dapat bersama-sama mendukung penyelenggaraan Erau, sehingga event ini benar-benar memiliki nilai tinggi dan mampu menjunjung serta mengangkat adat istiadat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyebut penetapan tersebut sebagai berkah yang tidak terlepas dari kehadiran Menteri Pariwisata pada pelaksanaan Erau tahun 2025 lalu.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 tepat di momen ulang tahun Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara mendapat hadiah dari negara berupa apresiasi atas pelestarian seni dan budaya. Erau resmi menjadi bagian dari Karisma Event Nasional,” kata Rendi.
Menurutnya, masuknya Erau ke dalam Karisma Event Nasional akan meningkatkan daya tarik pariwisata, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Ia berharap, selain penetapan dalam kalender nasional, Kementerian Pariwisata juga dapat memberikan dukungan anggaran.
“Di tengah kondisi efisiensi saat ini, dukungan tersebut sangat dibutuhkan untuk promosi dan pelestarian seni budaya agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal,” pungkas Rendi Solihin.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


15 Hari Tak Kembali dari Berburu, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian di Marangkayu
Ngopi Bareng Pelaku Seni, Kapolsek Loa Kulu Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kasatlantas Polres Kukar Imbau Pengendara Tertib Berlalu Lintas, Hindari Mendahului di Jembatan
Bupati Kukar: Utang Daerah Rp820 Miliar, Pemkab Siapkan Skema Pinjaman untuk Lunasi Kewajiban
Kisah di Balik Ikon Pesut Mahakam: Bukan Proyek Miliaran, Hanya Ide Iseng Sebelum Pulang Kampung
Polantas Menyapa: Sapaan dan Pemeriksaan Demi Keselamatan Para Driver