Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno.
Tenggarong, Sambaranews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam atau PDAM Tirta Mahakam menjajaki peluang keterlibatan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencana tersebut akan dibahas melalui audiensi bersama Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam, Suparno, menyampaikan bahwa pembahasan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Terkait rencana suplai air ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dalam waktu dekat kami akan mengikuti audiensi dengan Perpamsi,” ujar Suparno, Senin (19/1/2026).
Suparno mengatakan bahwa keinginan untuk berdiskusi terkait pemenuhan kebutuhan air bersih juga datang dari Otorita IKN.
“Pak Basuki selaku Kepala Otorita IKN juga menyampaikan keinginannya untuk berdiskusi dengan Perpamsi mengenai pemenuhan kebutuhan air bersih di IKN.”
Menurut Suparno, diskusi tersebut menjadi penting mengingat pembangunan IKN yang terus berkembang pesat. Selain kawasan inti IKN, kondisi Kota Balikpapan juga menjadi perhatian.
“Selain IKN, Balikpapan juga menjadi perhatian, mengingat saat ini kota tersebut mengalami defisit air yang cukup signifikan, sekitar 1.000 liter per detik.”
Ia menegaskan bahwa Balikpapan memiliki peran penting sebagai pintu gerbang utama menuju IKN sehingga kebutuhan air bersih antara kedua wilayah tersebut harus disinergikan.
“Perlu dipahami bahwa Balikpapan tetap menjadi pintu gerbang utama menuju IKN. Aktivitas masyarakat, tamu, dan pekerja sebagian besar masih melalui Balikpapan, sehingga kebutuhan air bersih antara IKN dan Balikpapan harus disinergikan.”
Dalam konteks pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut, Suparno menyebut pembahasan mengenai sumber air baku menjadi sangat penting. Salah satu opsi yang dinilai memiliki potensi besar adalah Sungai Mahakam.
“Kami melihat Sungai Mahakam memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar dan mumpuni untuk berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan air baku, baik untuk IKN maupun wilayah sekitarnya.”
Dari sisi kualitas dan kontinuitas, Suparno menilai air Sungai Mahakam tidak perlu diragukan.
“Dari sisi kualitas dan kontinuitas, air Sungai Mahakam tidak perlu diragukan. Berbeda dengan waduk-waduk di Pulau Jawa yang memiliki sumber mata air alami dari pegunungan, di Kalimantan waduk lebih berfungsi sebagai tampungan. Oleh karena itu, pemanfaatan sungai besar seperti Mahakam menjadi opsi strategis ke depan.”
Meski demikian, pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku memerlukan kejelasan model kerja sama antara pemerintah daerah dan Otorita IKN.
“Tinggal bagaimana model kerja sama yang akan dibangun antara pemerintah kabupaten dengan Otorita IKN. Hal ini tentu akan kami tindak lanjuti lebih lanjut.”
Suparno berharap ke depan dapat terbangun berbagai skema kerja sama yang saling menguntungkan, baik untuk mendukung kebutuhan air bersih regional maupun memberikan manfaat bagi daerah.
“Mudah-mudahan ke depan akan muncul berbagai alternatif dan skema kerja sama yang saling menguntungkan. Selain mendukung kebutuhan air bersih regional dan nasional, hal ini juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pemanfaatan sumber daya air yang kita miliki.”
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah