Kolaborasi Polri, perusahaan, dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan eks tambang batu bara menjadi kawasan pertanian produktif, Jumat (2/1/2026).
Sengatta, Sambaranews.com – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) mengambil langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan eks tambang batu bara menjadi kawasan pertanian produktif.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Penanaman Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) PIT J, Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, didampingi Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah dan Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus, serta diikuti jajaran pejabat utama dan seluruh personel Polres Kutim.
Dalam sambutannya, AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa program penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan, khususnya di wilayah Kutai Timur.
“Melalui program ini, kami ingin mengubah persepsi terhadap lahan bekas tambang yang selama ini dianggap tidak produktif, menjadi lahan pertanian yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Fauzan.
Untuk mengelola lahan seluas sekitar 25 hektare, Polres Kutim menjalin sinergi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta melibatkan empat kelompok tani dari tiga desa di sekitar lokasi kegiatan.
Kelompok tani yang terlibat meliputi Poktan Karya Etam Bersama Desa Swarga Bara yang dipimpin Yusuf Pabia, Poktan Bukutor Desa Swarga Bara pimpinan Saulebang, Poktan Karya Bersama Desa Singa Gembara pimpinan Herlina, serta Poktan Sangatta Selatan pimpinan Yanto.
Kapolres Kutim menjelaskan, komoditas jagung pipil dipilih karena dinilai memiliki ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan reklamasi atau bekas tambang.
“Jagung pipil relatif kuat dan cocok dikembangkan di lahan eks tambang, sehingga diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara Polri, perusahaan, dan masyarakat tani tersebut, penanaman jagung di lahan eks tambang diharapkan dapat menghasilkan panen maksimal pada kuartal pertama 2026 serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Bung Karno Berdiri Tegap di Kota Juang, Sejarah Bangsa Dihadirkan Kembali
Hadiri Parade Merah Putih Sangasanga, Ketua DPRD Kukar Ajak Generasi Muda Jaga Semangat Perjuangan
Rayakan Natal Antar Lembaga, Bupati Frederick Edwin Serukan Perdamaian dan Sinergi Bangun Kutai Barat
Sowan ke Kedaton Kutai, Wakapolda Kaltim Mohon Restu dan Petuah Sultan
Soal Etika Protokoler Presiden, PT KPB Sowan ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda