DPK KNPI Tenggarong menggelar ruang diskusi dan edukasi antikorupsi dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Sasana Villa Kaning Park, Tenggarong, Sabtu (13/12/2025).
Tenggarong, Sambaranews.com — Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar ruang diskusi dan edukasi antikorupsi bagi pemuda. Kegiatan tersebut berlangsung di Sasana Villa Kaning Park Tenggarong, Jalan H. Syaukani, Kelurahan Maluhu, Sabtu malam (13/12/2025).
Mengusung tema “Membangun Integritas Sejak Dini, Peran Pendidikan dan Pemuda dalam Menciptakan Generasi Antikorupsi”, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi pemuda untuk meningkatkan kesadaran serta peran aktif dalam mengantisipasi praktik korupsi, khususnya terhadap sistem pemerintahan dan pelaksanaan program di Kukar, terutama di Kecamatan Tenggarong.
Ketua DPK KNPI Tenggarong, Achmad Roziq Maulana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif pemuda sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan korupsi.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Ini berasal dari gagasan teman-teman pemuda untuk ikut mengawal dan mengawasi peran pemuda dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, DPK KNPI Tenggarong menghadirkan sejumlah narasumber yang dinilai kompeten di bidangnya, di antaranya Kepala Inspektorat Kabupaten Kukar, H. Heriansyah, yang memberikan materi terkait pengawasan dan tata kelola pemerintahan. Selain itu, akademisi Dr. Aini turut hadir dengan materi pendidikan antikorupsi.
Achmad Roziq menjelaskan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari dunia pendidikan, akademisi, pemuda, hingga birokrasi. Hal ini bertujuan agar literasi antikorupsi dapat dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Harapannya, melalui diskusi ini kita bisa membangun literasi bersama, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga menjadi bahan evaluasi bersama ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemuda dalam pengawasan pemerintahan. Menurutnya, selama ini masih terdapat jarak pemahaman antara pemerintah dan masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, terkait mekanisme pengawasan jalannya pemerintahan.
“Pengawasan itu bukan untuk menjatuhkan, tapi membantu pemerintah agar program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Pemuda harus paham dan terlibat aktif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kukar, H. Heriansyah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai peran pemuda sangat strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
“Ini merupakan lompatan yang luar biasa. Pemuda memiliki peran strategis untuk ikut peduli dan mengawasi bagaimana uang negara digunakan secara tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat biaya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung salah satu program prioritas daerah dalam 17 Program Dedikasi Bupati Kukar, yakni RTKU, yang anggarannya meningkat dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT. Menurutnya, program pemberdayaan tersebut harus dikawal bersama agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Karena sifatnya pemberdayaan, pengawasan dari masyarakat dan pemuda sangat diharapkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah