KUTIM – Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur (Setda Kutim) tengah menjadi sorotan hangat di media sosial setelah data Rencana Umum Pengadaan (RUP) mengungkap alokasi anggaran sebesar Rp261.960.000 untuk pengadaan tisu toilet pada tahun anggaran 2025. Berdasarkan informasi dari portal resmi sirup.inaproc.id, pengadaan yang dilakukan melalui sistem e-purchasing dengan kode RUP 53921676 ini mencakup pembelian 2.000 pack tisu toilet (masing-masing pack berisi 12 roll) dan telah diumumkan sejak 19 Februari 2025.
Isu ini dengan cepat menjadi viral setelah diunggah oleh akun media sosial @lambe.kaltim pada 5 Desember 2025, memicu banyak perbincangan di kalangan warganet yang mempertanyakan urgensi dan kewajaran dari besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan tisu toilet. Banyak komentar yang menilai nominal tersebut terlalu besar dan menyarankan agar dana tersebut dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan.
Menanggapi kegaduhan yang timbul, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memilih tidak memberikan banyak komentar saat dimintai tanggapan. Bupati menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui detail pengadaan tersebut dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada pihak terkait di lingkungan Setda Kutim. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Setda Kutim mengenai pengadaan tisu toilet yang telah memicu perdebatan publik tersebut. (ADV)


Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Disdikbud Kutim Tekankan Kebutuhan Intervensi Komprehensif untuk Mengatasi Akar Masalah Anak Tidak Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi