KUTIM – Dalam upaya penguatan pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah menuntaskan penyerahan seluruh alokasi motor operasional untuk Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Teluk Lingga. Total 56 unit motor telah diserahkan, menjadikan Teluk Lingga sebagai salah satu wilayah yang paling awal menyelesaikan program ini, demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab), Misbachul Choir.
Program ini dicanangkan untuk mengoptimalkan peran vital Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, mulai dari pendataan hingga penanganan isu di lingkungan. Misbachul optimistis, Bagian Umum Setkab akan menyelesaikan sisa distribusi 18 unit motor lainnya pada tahun 2026 menggunakan Anggaran Murni, yang akan menuntaskan target pengadaan di bawah koordinasi Setkab.
Mengenai status kendaraan, Misbachul menegaskan motor-motor tersebut berstatus aset milik daerah. Meskipun biaya operasional dan perawatan harian ditanggung oleh Ketua RT, urusan perpanjangan dokumen kendaraan tahunan akan tetap difasilitasi oleh pemerintah daerah. Sebagai langkah efisiensi administrasi, direncanakan pula pemindahan pencatatan aset dari Bagian Umum Setkab ke Kantor Camat setempat mulai tahun 2026. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi