KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, melalui Dinas Pertanian setempat, kini tengah mengencangkan ikat pinggang menyusul kebijakan efisiensi anggaran daerah. Meskipun kebijakan ini memaksa penyesuaian signifikan pada alokasi dana, Kepala Dinas Pertanian Kutim menegaskan bahwa langkah ini tidak akan menjadi penghalang bagi
terlaksananya seluruh program kerja utama yang vital bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan wilayah. Ia menekankan bahwa efisiensi bukan berarti penghentian program, melainkan penajaman fokus pada kegiatan yang paling strategis dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Penyesuaian anggaran yang terjadi di Kutai Timur, yang merupakan respons terhadap dinamika keuangan daerah dan tuntutan refocusing pembangunan, memaksa Dinas Pertanian untuk mengubah strategi. Jika sebelumnya alokasi mungkin banyak terserap untuk pengadaan barang atau proyek besar, kini fokus bergeser secara signifikan ke penguatan sumber daya manusia dan peningkatan pendampingan teknis.
Tiga pilar program utama yang dijamin keberlanjutannya, meskipun harus beroperasi dengan dana yang lebih ramping, adalah upaya untuk memastikan ketersediaan benih unggul, penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pembangunan infrastruktur dasar. Dinas Pertanian akan terus berupaya menyediakan varietas benih yang tidak hanya unggul dari segi hasil, tetapi juga tahan terhadap hama dan sesuai dengan
karakteristik lahan kering maupun basah di Kutim.
Di samping itu, intensitas pendampingan yang diberikan oleh PPL kepada kelompok tani akan ditingkatkan. Pendampingan tatap muka ini dianggap krusial untuk transfer ilmu pengetahuan, bimbingan teknis penanaman yang efektif, dan membantu petani mengatasi masalah pertanian di tingkat akar rumput. Selain itu, proyek-proyek yang berkaitan langsung dengan peningkatan hasil panen, seperti pembangunan irigasi kecil, perbaikan saluran air, dan pembangunan jalan usaha tani, akan tetap menjadi prioritas agar produktivitas lahan tidak terganggu.
Pihak Dinas Pertanian juga aktif mendorong kelompok tani untuk semakin mandiri dan inovatif. Mereka diimbau untuk lebih proaktif memanfaatkan teknologi pertanian sederhana yang murah, serta menjalin kemitraan yang solid dengan pihak swasta dan perusahaan di sekitar desa. Kemitraan ini dilihat sebagai solusi alternatif pendanaan
dan sumber daya di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dan pihak ketiga, Dinas Pertanian Kutim menyatakan optimistis bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi pilar kuat ekonomi daerah, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah segala keterbatasan. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi