KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen besar Pemkab untuk menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutim dalam waktu satu tahun. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran Rencana Aksi Daerah (RAD) Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Jumat (21/11/25).
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti bahwa Kutim telah lama membangun fondasi kuat dengan mengalokasikan 20% anggaran pendidikan sejak tahun 2010. Melalui RAD SITISEK, ia menekankan pentingnya data valid sebagai dasar kebijakan, meminta Disdikbud melakukan validasi akurat karena data pusat seringkali tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain itu, Bupati meminta Dinas Perhubungan memastikan angkutan pelajar menjangkau wilayah terpencil dan menyoroti tantangan sosial seperti pernikahan usia dini dan pernikahan siri yang menghambat penerbitan akta kelahiran anak.
Program ini merupakan langkah strategis Kutim menuju daerah yang inklusif, cerdas, dan berkeadilan, yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai target Kutim bebas ATS. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi