KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah merampungkan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, yang disepakati sebesar Rp 5,7 Triliun (pendapatan sekitar Rp 5,73 triliun dan belanja sekitar Rp 5,71 triliun).
Dalam Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kutim, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa APBD ini diposisikan sebagai instrumen fiskal utama dan bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan cerminan prioritas pembangunan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dan tantangan daerah di masa depan.
Menurut Bupati Ardiansyah, APBD berfungsi sebagai alat kebijakan fiskal yang krusial untuk mengatur pengeluaran dan pendapatan daerah guna mendukung pelaksanaan program kerja secara berkelanjutan.
Alokasi dana yang besar ini diarahkan untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif, yaitu pemerataan pembangunan hingga wilayah terpencil. Fokus utama anggaran meliputi peningkatan infrastruktur dasar seperti pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta peningkatan kualitas layanan publik seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Selain infrastruktur, APBD 2026 juga diprioritaskan untuk memperkuat sektor-sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dengan APBD yang kuat dan terarah, Bupati Ardiansyah optimis bahwa upaya menciptakan Kutim yang maju, sejahtera, dan berdaya saing dapat dicapai, sekaligus menjamin bahwa setiap investasi yang dilakukan pemerintah daerah harus memberikan manfaat maksimal dan akuntabel bagi seluruh masyarakat. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi