KUTIM – Meningkatnya kontribusi subsektor kreatif terhadap perekonomian masyarakat Kutai Timur (Kutim) membuat kebutuhan untuk memperkuat sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjadi kian mendesak. Kondisi ini mendorong kembali wacana pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khusus Ekraf untuk memastikan ruang kerja yang lebih fokus dan terarah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, menyatakan dukungan penuhnya terhadap ide pendirian lembaga khusus tersebut. Menurutnya, kehadiran OPD Ekraf akan sangat membantu optimalisasi potensi kreativitas lokal dan pengembangan 17 subsektor kreatif.
Namun, Rifanie mengingatkan bahwa pembentukan dinas baru memerlukan kajian yang matang dan realistis, mencakup:
1. Kebutuhan anggaran.
2. Penyesuaian struktur organisasi (termasuk penempatan pejabat baru).
3. Penyusunan payung hukum melalui Peraturan Daerah (Perda).
Meskipun terpisah secara kelembagaan, Rifanie menegaskan bahwa sinergi antara Ekraf dan Pariwisata yang saling terkait erat melalui kuliner, suvenir, dan seni pertunjukan akan tetap berjalan dengan perencanaan yang tepat. Harapannya, OPD Ekraf dapat memberikan dampak signifikan bagi pelaku industri kreatif dan pembangunan ekonomi daerah, bahkan hingga ke pelosok desa. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi