KUTIM – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara resmi membuka Festival Pesona Budaya Kutim, yang digelar di Lapangan Helipad Bukit Pelangi pada Jumat (21/11/2025) malam. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyoroti kedudukan Kutim sebagai Miniatur Indonesia berkat komposisi masyarakatnya yang multietnis dan beragam.
Digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, acara yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan menjadi wadah fundamental untuk merawat dan merayakan keberagaman budaya di daerah tersebut. Mahyunadi menyebut, di Kutim, masyarakat dari berbagai suku—seperti Kutai, Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, hingga Batak—hidup berdampingan, dan keberadaan mereka memungkinkan warga lokal menikmati berbagai pertunjukan seni, seperti kuda lumping dan reog, tanpa perlu bepergian keluar daerah.
Mahyunadi menekankan bahwa keragaman ini merupakan kekuatan daerah dalam menjaga harmoni sosial. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong menjaga persatuan tanpa memandang perbedaan suku dan agama.
Pemerintah daerah berharap festival ini dapat mendorong generasi muda untuk memiliki kecintaan yang lebih dalam terhadap tradisi lokal. Mahyunadi mengingatkan bahwa tugas terpenting adalah memastikan generasi muda menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya ini, agar warisan daerah tidak hilang ditelan waktu. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi