Latihan terpadu teknik penanganan api berbahan minyak digelar Damkarmatan Kukar bersama Redkar pada Jumat, 21 November 2025 pukul 16.00 WITA di Mako Damkarmatan.
Tenggarong, Sambaranews.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar latihan bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dengan fokus pada teknik penanganan kebakaran berbahan minyak. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (21/11/2025) pukul 16.00 WITA di Mako Damkarmatan Kukar.
Pelatihan diikuti 32 relawan Redkar dari empat kecamatan, masing-masing Tenggarong sebanyak 17 orang, Loa Janan 9 orang, Loa Kulu 5 orang, dan Tenggarong Seberang 5 orang. Kegiatan dimulai dengan pembekalan teori sebelum dilanjutkan praktik lapangan.
Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Investigasi, Muksin, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas relawan, tetapi juga memperkuat hubungan antar-Redkar dari berbagai wilayah.
“Yang pertama tentu memperkuat hubungan silaturahmi. Yang kedua, meskipun ini bukan uji kompetensi, kami ingin memastikan rekan-rekan Redkar mendapatkan pembekalan dan pelatihan bersama. Ada beberapa item penting yang perlu mereka pahami,” ujarnya.
Dalam sesi teori, relawan mendapat penjelasan mengenai karakteristik api berbahan minyak seperti pertalite, solar, hingga oli yang dapat memicu kobaran besar. Para peserta juga dibekali pemahaman pentingnya menyesuaikan teknik pemadaman dengan jenis media yang terbakar.
Muksin menekankan bahwa metode semprotan lurus atau jet tidak boleh digunakan pada kebakaran berbahan minyak karena dapat menambah risiko.
“Untuk tipikal api berkobar seperti tadi, tidak boleh menggunakan jet. Harus menggunakan mode spray agar dapat melindungi diri dan mendorong api keluar. Ini juga memerlukan kerja sama tim, di mana petugas depan menghalau api, sementara petugas belakang melindungi tim yang berada di depan,” jelasnya.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat menjadi dasar kemampuan relawan dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. “Intinya kita tidak berharap terjadi kebakaran besar. Tapi kalau pun terjadi, paling tidak mereka sudah memiliki pengetahuan dasar meskipun belum sepenuhnya,” tambahnya.
Untuk sementara, pelatihan difokuskan pada empat kecamatan terdekat, yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, dan Loa Janan. Ke depan, Damkarmatan membuka peluang memperluas pelatihan ke wilayah hulu maupun pesisir.
“Jika pelaksanaan ini berjalan baik, kegiatan akan diperluas. Tergantung rencana dan koordinasi bidang penjagaan,” tegas Muksin.
Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa akan dijadwalkan secara rutin guna memastikan kesiapsiagaan relawan Redkar di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin optimal.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah