KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan status kegiatan “Jelajah Pulau Miang” menjadi agenda wajib tahunan. Keputusan ini diambil langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman menyusul keberhasilan program yang tidak hanya fokus pada promosi wisata, tetapi juga pada dampak positif lintas sektor.
Bupati Ardiansyah sangat mengapresiasi kolaborasi antara Dispar Kutim dan relawan yang sukses menjadikan Pulau Miang sebagai model pengembangan destinasi bahari unggulan.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang dengan dua pilar utama:
1. Standar Keamanan Internasional: Dilaksanakan pelatihan Sertifikasi Keselamatan Wisata Air bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan HPI untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
2. Pemberdayaan Berkelanjutan: Relawan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pengelolaan ekonomi kreatif, serta praktik menjaga lingkungan, termasuk manajemen sampah dan pengolahan limbah minyak goreng.
Dengan penggabungan pelatihan keselamatan dan pemberdayaan masyarakat, Jelajah Pulau Miang diharapkan mampu bertransformasi dari hidden gem menjadi destinasi unggulan yang didukung oleh komunitas lokal yang mandiri dan berdaya dalam menjaga kekayaan ekosistem lautnya. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi