KUTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) secara konsisten mengambil langkah langkah strategis untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan aman bagi seluruh peserta didik.
Pertama, dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Disdikbud terus memperluas penerapan Sekolah Filial. Model pendidikan ini dibentuk untuk menjangkau permukiman dan daerah terpencil, memastikan anak-anak tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Sekolah filial beroperasi di bawah naungan sekolah induk, dengan potensi untuk diusulkan menjadi sekolah negeri mandiri apabila telah memiliki minimal 60 peserta didik dan ketersediaan lahan yang memadai.
Kedua, untuk memperkuat budaya dan mutu pembelajaran, Disdikbud Kutim menyelenggarakan Festival Literasi Daerah 2025 yang melibatkan sekitar 13 ribu peserta dari berbagai sekolah. Festival ini berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap aktivitas membaca dan menulis, serta mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis di era digital. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga merupakan seleksi awal, di mana para pelajar berprestasi akan mendapat peluang untuk maju ke tingkat nasional.
Ketiga, di tengah maraknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah yang disorot secara nasional, Kutai Timur menunjukkan kondisi yang relatif kondusif. Disdikbud Kutim dengan tegas memperkuat komitmen “Sekolah Aman”, memastikan tidak ada laporan resmi terkait kekerasan antara guru dan siswa yang masuk. Kepala Disdikbud, Mulyono, menegaskan bahwa sekolah-sekolah di Kutim telah menjalankan budaya pembelajaran yang
humanis, ramah, dan komunikatif, menjauhi tindakan represif. Apabila terjadi benturan atau dinamika kecil, Disdikbud telah menyiapkan mekanisme restorative justice yang mengutamakan mediasi, dialog, dan pemulihan hubungan antara pihak-pihak terkait, alih-alih memperpanjang konflik.
Secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam menyediakan layanan pendidikan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu mencetak generasi yang cerdas, berbudaya, dan terlindungi. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi