KUTIM – Fluktuasi harga dan ketersediaan komoditas cabai, yang kerap menjadi pemicu utama inflasi di daerah, kini menjadi perhatian serius bagi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur.
Untuk mengatasi permasalahan klasik tersebut, DTPHP Kutim secara masif mulai menerapkan dan mendorong para petani untuk melaksanakan Strategi Panen Berjenjang.
Pendekatan ini merupakan upaya terstruktur yang dirancang untuk memastikan pasokan cabai di pasar lokal tidak terputus, sehingga dapat menstabilkan harga bagi konsumen dan menjamin pendapatan yang berkelanjutan bagi petani.
Strategi Panen Berjenjang ini pada dasarnya adalah sistem tanam yang diatur secara periodik dan bergilir di antara kelompok-kelompok tani.
Kepala DTPHP menjelaskan bahwa alih-alih melakukan penanaman serentak yang berisiko menciptakan surplus besar dan diikuti oleh defisit panjang, petani didorong untuk membagi lahan dan mengatur jadwal tanam mereka dalam interval waktu tertentu, misalnya, setiap dua minggu atau sebulan sekali.
Dengan skema ini, panen raya tidak akan terjadi pada waktu yang sama, melainkan berlangsung secara terus-menerus (berjenjang) sepanjang tahun.
Hal ini menciptakan kestabilan pasokan di pasar, menghindari penumpukan yang menyebabkan harga jatuh, dan mencegah kelangkaan yang berujung pada lonjakan harga.
Lebih lanjut, DTPHP telah mengintensifkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memonitor dan mendampingi kelompok tani dalam menyusun kalender tanam yang terintegrasi.
Pendampingan ini mencakup penyediaan bibit unggul yang cocok untuk strategi tanam berkelanjutan, serta pelatihan teknik budidaya yang mampu memperpanjang masa produktif tanaman cabai.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai stakeholder juga diperkuat, termasuk bank daerah dan sektor swasta, untuk memfasilitasi kebutuhan modal kerja dan menjaga rantai distribusi hasil panen.
Melalui inisiatif Panen Berjenjang ini, DTPHP Kutim tidak hanya berupaya menjaga ketersediaan bahan pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian cabai yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menopang kebutuhan konsumsi daerah secara mandiri.(Adv)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi