KUTIM – Jalan poros Sangatta-Bengalon, yang merupakan urat nadi logistik dan mobilitas di Kutai Timur (Kutim), kembali mengalami longsor.
Kondisi ini diperburuk oleh struktur tanah yang labil akibat tingginya aktivitas pertambangan di sekitarnya.
Kerusakan ini tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas harian dan distribusi di wilayah utara.
Wakil Bupati Kutim, H. Mahyunadi, secara tegas menyoroti peran PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam kerusakan ini, sejalan dengan temuan yang pernah disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Timur.
Mahyunadi mendesak agar KPC segera mengambil tanggung jawab dan melakukan perbaikan darurat.
Ia menjelaskan bahwa jika Pemkab hanya menunggu alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perbaikan cepat mustahil dilakukan dan memerlukan waktu hingga tahun berikutnya, sementara kondisi fisik jalan kian memburuk.
Mahyunadi menekankan bahwa KPC memiliki kapabilitas finansial, peralatan, dan sumber daya untuk melakukan intervensi perbaikan secara instan.
Desakan ini menjadi sinyal kuat agar perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut segera bersinergi dengan pemerintah daerah, memastikan akses jalan vital dapat kembali aman dan lancar demikepentingan masyarakat luas.(Adv)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi