Akses jalan Muara Muntai yang masih sebagiannya berbahan kayu.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Keterbatasan akses jalan yang masih didominasi konstruksi kayu di wilayah Muara Muntai membuat penggunaan armada pemadam jenis komodo dinilai kurang efisien. Kepala Pos (Kapos) Sektor Damkarmatan Muara Muntai, Gusti Guta Wangga, mengungkapkan hal itu saat memberikan pernyataan pada Jumat (14/11/2025).
Menurut Gusti, armada komodo sejatinya dirancang untuk menembus medan berat, terjal, atau licin. Namun karakteristik medan di Muara Muntai justru berbeda. Sebagian besar jalannya berupa titian dan permukaan kayu yang rentan patah apabila dilalui kendaraan berat.
“Unit komodo ini sebenarnya untuk medan ekstrim atau off-road. Di Muara Muntai, masalahnya justru pada jalan kayu. Kalau dilalui komodo, takutnya jalan itu patah. Dari segi kecepatan pun masih kalah cepat dari sepeda motor,” jelasnya.
Karena itu, Gusti menilai penggunaan Viar, kendaraan motor roda tiga yang lebih ringan dan lincah itu lebih efektif untuk mobilitas cepat dalam respons kebakaran di kawasan tersebut.
“Lebih enak pakai Viar. Jauh lebih cepat menjangkau lokasi,” ujarnya.
Kapos juga menyampaikan harapannya agar Mako Induk Damkarmatan Kutai Kartanegara segera mempercepat proses pengadaan unit yang sesuai dengan kondisi lapangan di Muara Muntai.
Menanggapi hal tersebut, Mukhsin, Kasi Pemadaman dan Investigasi Damkarmatan Kukar, memastikan bahwa usulan dari Muara Muntai telah diterima dan menjadi bahan pertimbangan dalam rencana penganggaran tahun mendatang.
“Kita sudah catat kebutuhan dari Muara Muntai. Insyaallah akan diakomodasi, namun tetap menunggu rancangan penganggaran tahun 2026,” ujarnya.
Dengan keterbatasan akses darat yang unik, kebutuhan armada pemadam khusus untuk Muara Muntai menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyesuaikan dukungan sarana dengan karakteristik wilayah agar respons kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Evaluasi Simulasi Damkar: Kekurangan Personel Jadi Catatan Utama
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi