Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono.
Tenggarong, Sambaranews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan Kukar Tahun 2025–2029, sekaligus Pemutakhiran Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan serta Neraca Bahan Makanan di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (11/11/2025).
Sunggono mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana mengelola kelebihan pangan agar tidak terbuang, serta mencegah potensi kerentanan di desa-desa tertentu.
“Hari ini kita mencoba mengkolaborasikan dua sisi penting dalam ketahanan pangan. Pertama, menangani desa-desa yang rentan rawan pangan. Kedua, mengelola kelebihan pangan agar tidak mubazir dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan intervensi strategis berdasarkan hasil pemetaan wilayah, termasuk mengidentifikasi penyebab kerentanan di setiap desa mulai dari faktor distribusi, tenaga kesehatan, hingga akses transportasi.
“Pendekatan edukatif juga penting. Kita ingin kepala desa memahami bahwa istilah ‘desa rentan rawan pangan’ bukan berarti mereka kekurangan pangan, tetapi berisiko tinggi jika terjadi gangguan seperti bencana atau hambatan distribusi,” tegasnya.
Dari hasil pemetaan sementara, terdapat 17 desa di Kukar yang termasuk kategori rentan rawan pangan, dengan delapan desa di antaranya belum memiliki tenaga kesehatan. Kondisi ini, kata Sunggono, akan menjadi perhatian lintas perangkat daerah untuk ditangani secara terkoordinasi.
Selain itu, Sunggono juga menyoroti inisiatif Dinas Ketahanan Pangan Kukar dalam mendorong program penyelamatan pangan, yaitu upaya memanfaatkan kelebihan makanan dari hotel, restoran, dan dapur umum agar tidak terbuang percuma.
“Kita tahu masih banyak makanan berlebih di hotel dan restoran, sementara di sisi lain masih ada masyarakat yang kekurangan. Ini langkah yang sangat baik, dan kita akan evaluasi secara berkala pelaksanaannya,” pungkas Sunggono.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Anthony Marchellino Pimpin Yayasan Karya Kasih Kaltim Periode 2026-2031
Razia Lapas Perempuan Tenggarong, Seluruh Tes Urine Negatif dan Nihil Temuan
Di Tengah Kemarau, Lapas Perempuan Tenggarong Ajak Warga Binaan Shalat Istisqa
Kabut Asap Selimuti Tenggarong, BPBD dan PMI Bagikan 5.000 Masker
Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Rampungkan Materi Promosi Pariwisata
Di Balik Prosesi Beluluh Sultan, Ada Doa dan Ikhtiar Menjaga Warisan Adat Kutai