KUTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) telah mengambil langkah signifikan dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah umum dengan memperluas program tambahan jam pelajaran Al-Qur’an.
Program yang semula merupakan proyek percontohan di delapan sekolah (tahun 2023-2024) kini diperluas secara masif menjadi 39 sekolah negeri tingkat SD dan SMP di Sangatta Utara dan Selatan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa perluasan ini didasari oleh respon positif dan hasil yang memuaskan dari proyek percontohan sebelumnya. Program ini bertujuan memastikan setiap lulusan SD dan SMP di Kutim memiliki bekal agama yang kuat.
“Saya ingin minimal anak-anak kita lulus SD atau SMP dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang fasih, baik dari makhorijul hurufnya, tajwidnya, maupun tartilnya,” tegas Mulyono.
Target minimal lainnya adalah agar siswa mampu menghafal Juz 30. Untuk mendukung program ini, Disdikbud akan merekrut dan menyeleksi 160 guru khusus yang bekerja sama dengan UMI Foundation.
Selain itu, Disdikbud berencana untuk menstandardisasi bacaan Al-Qur’an para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) guna meningkatkan kualitas pengajaran agama secara keseluruhan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang unggul secara akademis dan memiliki dasar spiritual yang kokoh. (Adv)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Mulai Jumat, Pemkab Kukar Berlakukan WFA bagi ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Polantas Menyapa, Satlantas Kukar Percepat Layanan Administrasi Kendaraan
Kukar Berpeluang Dapat Proyek Peternakan Terpadu, Siapkan Lahan 100 Hektare di Muara Kaman
Tiga Rumah di Kuala Samboja Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik