KUTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menjadikan optimalisasi Bantuan Keuangan Khusus (Bankeu) Desa, yang diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2025, sebagai strategi utama untuk mempercepat penurunan angka stunting. Kebijakan ini menegaskan bahwa Bankeu Desa tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga wajib mendukung intervensi penurunan stunting hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
Dalam podcast yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Abdul Muluk menjelaskan bahwa RT kini didorong untuk berperan aktif, mulai dari pendataan keluarga berisiko stunting melalui Dasawisma hingga pelaksanaan pelatihan ekonomi produktif. Ia menekankan bahwa akurasi pendataan di tingkat RT sangat krusial agar alokasi dana, yang mencapai Rp250 juta per RT per tahun, benar-benar tepat sasaran.
Komitmen ini direspons positif oleh Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, yang menyebut desanya telah mengalokasikan sekitar Rp120 juta Dana Desa khusus untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan vitamin bagi balita dan ibu hamil. Wahyuddin menegaskan bahwa fokus pembangunan harus bergeser dari fisik ke pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) karena anak- anak yang sehat dan cerdas merupakan investasi jangka panjang.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Kutim berharap Bankeu Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan ekonomi keluarga, peningkatan gizi, dan perbaikan sanitasi. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Safari Edukasi KPK di Poltekkes Kaltim, Mahasiswa Diajak Kenali Potensi Korupsi
JMSI Papua Tengah Tekankan Profesionalisme, Media Bukan Alat untuk Menyerang
Bawa Kostum Karya Sendiri, Akari Balikpapan Kenalkan Seni dan Budaya di Expo Erau 2026
Erau Adat Kutai 2026 Resmi Dibuka, Masuk Top 125 Karisma Event Nusantara