Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin.
Tenggarong, Sambaranews.com – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin tetap optimistis menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia meyakini, pemerintah daerah mampu menjaga stabilitas pembangunan serta meningkatkan kinerja ekonomi pada tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan Rendi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar pada Jumat (7/11/2025) di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar. Ia menegaskan, kondisi penurunan PAD bukan menjadi persoalan besar selama pengelolaan anggaran dilakukan secara tepat dan terukur.
“Memang sempat muncul kekhawatiran apakah kita sanggup membiayai kebutuhan Kukar tahun depan. Namun kami cukup optimistis karena pengalokasian anggaran dilakukan dengan baik, disertai kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh anggota TAPD,” ujar Rendi.
Menurutnya, situasi seperti ini bukan kali pertama dialami Kukar. Ia mencontohkan kondisi serupa saat pandemi COVID-19 lima tahun lalu, ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya berada di kisaran Rp6 hingga Rp7 triliun. Namun, secara bertahap anggaran daerah berhasil meningkat kembali.
“Itu menjadi keberkahan ketika bertambah. Namun saat berkurang, kita juga harus siap menerimanya,” tambahnya.
Rendi menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik sebagai penyempurnaan dari program Kukar Idaman sebelumnya. Ia berharap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) segera disahkan sebelum akhir tahun agar program dapat berjalan tepat waktu.
“Untuk OPD teknis, kami sudah beberapa hari ini intensif melakukan rapat bersama Pak Bupati. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang ada di Kukar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengubah pola pikir lama yang hanya menghasilkan banyak dokumen tanpa realisasi nyata.
“Jangan sampai semua hanya jadi tumpukan kertas tanpa berdampak. Yang kita inginkan, setiap rupiah benar-benar menjadi manfaat, menjadi beras di rumah warga kita,” tegasnya.
Selain itu, Rendi mendorong seluruh perusahaan daerah (Perusda) agar lebih proaktif dan tidak hanya bergantung pada penyertaan modal. Dalam kondisi efisiensi seperti saat ini, Perusda dituntut menunjukkan inisiatif dan inovasi guna mendukung peningkatan PAD.
“Harapannya, semua Perusda bisa berkolaborasi dengan satu visi dan misi untuk memastikan PAD meningkat. Target kita 15 persen, saat ini masih di angka 10,03 persen, tapi kami optimis bisa meningkat secara bertahap,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah