Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyampaikan komitmen peningkatan layanan pemasyarakatan, Selasa (21/10/2025).
Tenggarong, Sambaranews.com – Genap satu tahun pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejak dicanangkan pada 20 Oktober 2024. Program tersebut kemudian diimplementasikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ke dalam 13 Program Akselerasi yang kini dijalankan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan.
Sebagai bagian dari jajaran pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong turut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita dan 13 Program Akselerasi tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyampaikan bahwa berbagai langkah konkret telah dilakukan, terutama dalam bidang keamanan, pembinaan, dan pemberdayaan warga binaan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui berbagai aksi nyata di lapangan,” ujar Suparman, Selasa (21/10/2025).
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Lapas Tenggarong secara konsisten melakukan razia di kamar hunian. Sepanjang satu tahun terakhir, tercatat 49 kali razia telah dilaksanakan, baik secara insidentil, terjadwal, maupun gabungan dengan aparat penegak hukum lainnya.
Selain itu, untuk menekan tingkat overkapasitas hunian, sebanyak 130 narapidana telah dipindahkan ke beberapa UPT Pemasyarakatan di Kota Balikpapan dan Samarinda. Pemindahan dilakukan berdasarkan hasil asesmen risiko terhadap masing-masing narapidana.
“Pemindahan dilakukan secara terukur dan selektif, sesuai hasil asesmen yang kami lakukan,” imbuh Suparman.
Dalam kurun waktu yang sama, 434 warga binaan pemasyarakatan (WBP) telah mendapatkan hak pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB). Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program pembinaan dan reintegrasi sosial yang diatur dalam sistem pemasyarakatan.
Di bidang ketahanan pangan, Lapas Tenggarong membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif seluas 500 meter persegi. Meski terbatas, lahan tersebut dimanfaatkan secara maksimal dengan hasil yang menggembirakan.
Selama setahun terakhir, Lapas berhasil memanen 95 kilogram telur bebek, 145 kilogram kangkung, 167 kilogram timun, dan 51 kilogram lele, serta sejumlah komoditas tanaman produktif lainnya.
“Alhamdulillah, hasil panen ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan untuk berkontribusi dalam program ketahanan pangan,” kata Suparman.
Tak hanya itu, Lapas Tenggarong juga mengembangkan berbagai kegiatan UMKM berbasis pembinaan kemandirian, seperti meubelair, barbershop, dan sejumlah usaha jasa lainnya. Kegiatan ini memberikan premi bagi WBP yang bekerja serta menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Dalam setahun, kami mencatat PNBP sekitar Rp15 juta, sementara premi bagi WBP yang kami salurkan mencapai Rp22 juta,” terang Suparman.
Sebagai bentuk inovasi, pada 14 Oktober 2025 Suparman menginisiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis melalui proyek perubahan bertajuk SEHAT (Sinergi Enam Hati).
Program ini mengusung konsep hexahelix yang melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, tidak hanya di lingkungan Lapas, tetapi juga bagi masyarakat Kutai Kartanegara secara luas.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Lapas Tenggarong juga menyalurkan 180 paket bantuan sosial bagi masyarakat sekitar dan keluarga WBP yang kurang mampu.
Melalui berbagai capaian tersebut, Lapas Kelas IIA Tenggarong membuktikan komitmennya dalam menjalankan amanah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan langkah nyata dan berkelanjutan.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah