Ketua Baznas Kukar M. Shafik Avicenna saat menyampaikan sambutan dalam Rakorda UPZ di DPRD Kutai Kartanegara, Selasa (21/10/2025).
Tenggarong, Sambaranews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Ruang Serbaguna DPRD Kukar, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Sinergi Pemangku Kepentingan untuk Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam Mendukung Visi Kukar Idaman Terbaik.” Acara dihadiri Sekretaris Daerah Kukar, jajaran Forkopimda, perwakilan OPD, kecamatan, dan lembaga keagamaan.
Ketua Baznas Kukar, M. Shafik Avicenna, dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakorda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarunit pengumpul zakat, baik di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Daerah (BUD), maupun di tingkat kecamatan dan desa.
“Salah satu tujuan pengelolaan zakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 adalah meningkatkan kemanfaatannya untuk pengentasan kemiskinan. Itu juga sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.
Shafik menjelaskan, kinerja UPZ di lingkungan OPD terus mengalami peningkatan signifikan. Dari 36 OPD yang tercatat pada 2024, sebanyak 18 di antaranya aktif dengan total penghimpunan sekitar Rp400 juta. Tahun ini jumlahnya naik menjadi 28 OPD aktif dengan total penghimpunan lebih dari Rp1 miliar.
Pertumbuhan serupa juga terjadi di lingkungan BUD dan kecamatan, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 22 persen. “Hal ini menunjukkan kepercayaan ASN dan masyarakat terhadap Baznas Kukar semakin meningkat,” tambahnya.
Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus berlanjut agar pendistribusian serta pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kecamatan Loa Kulu kembali meraih penghargaan sebagai salah satu UPZ aktif yang berhasil mengelola zakat di lingkungan pemerintah kecamatan. Penghargaan ini menjadi capaian kedua kalinya secara berturut-turut.
Plt. Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari kesadaran internal ASN di kecamatan.
“Kami mulai dari kantor camat sendiri, dengan menumbuhkan kesadaran ASN untuk memahami Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat. Setelah berjalan di tingkat kecamatan, kami dorong ke desa-desa,” ungkap Khairuddinata.
Ia menambahkan, pihaknya berencana memperluas penyaluran zakat agar tidak hanya berfokus pada fakir miskin, tetapi juga mendukung program lain seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
“Apa yang disampaikan Pak Sekda tadi sangat menarik. Ke depan, pengelolaan zakat bisa diarahkan untuk hal-hal yang lebih luas dan produktif. Kami ingin zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tapi juga menjadi bagian dari penggerak pembangunan sosial,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Baznas Kukar berharap dapat merumuskan strategi bersama untuk menjadikan pengelolaan zakat di Kutai Kartanegara semakin profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah