Relawan PMK Grema Bertahan dengan Fasilitas Minim.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Di tengah terbatasnya fasilitas dan sarana pendukung, Relawan PMK Grema Muara Muntai tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ketua PMK Grema, Paujan Muslim, mengatakan bahwa kelompok relawan yang sudah berdiri kurang lebih 15 tahun itu masih harus bekerja dengan perlengkapan yang jauh dari ideal.
“Dengan segala keterbatasan fasilitas yang kami miliki, para relawan tetap berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat. Sekretariat kami saja masih menumpang dan banyak perlengkapan seperti selang sudah tidak layak pakai. Namun kami tetap siaga setiap hari, karena keselamatan warga Muara Muntai adalah prioritas kami,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Sekretariat tempat menyimpan alat hingga kini masih menumpang di bangunan milik warga. Ruangan itu bersifat sementara dan sewaktu-waktu dapat diminta kembali oleh pemiliknya. Meski demikian, Paujan memastikan relawan tetap menjaga kesiapsiagaan. Tim ini memiliki dua titik operasional, yakni pos darat dan kapal air untuk mobilitas melalui jalur sungai.
Kekurangan paling mendesak berada pada kondisi selang pemadam. Sebagian besar selang yang dimiliki relawan sudah bocor dan kerap menyulitkan ketika penanganan kebakaran. Setiap tahun, relawan sebenarnya mendapat dukungan dari program desa, termasuk pemasangan beberapa hidran di RT 10, RT 11, dan RT 12. Namun Paujan mengakui persebarannya belum merata, terutama di kawasan Grema.
Dukungan terhadap relawan juga disampaikan oleh Kepala Pos Sektor Damkarmatan Muara Muntai, Gusti Guta Wangga. Menurutnya, keberadaan PMK Grema sangat membantu penanganan awal di lapangan.
“Kami melihat semangat relawan PMK Grema luar biasa meski peralatannya belum ideal. Dari sisi Damkarmatan, kami terus berkoordinasi dan mendukung upaya mereka, termasuk giat penyemprotan permukiman saat musim panas. Kami berharap ke depan ada tambahan sarana yang lebih memadai agar respons penanganan kebakaran makin cepat dan efektif,” kata Gusti.
Meski keterbatasan masih terlihat, relawan tetap menjalankan pengecekan peralatan setiap hari, terutama di musim panas. Mereka bersama Damkarmatan Pos Sektor Muara Muntai juga aktif menyemprot rumah warga di kawasan pasar untuk mengurangi risiko percikan api saat suhu meningkat.
Paujan berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan, terutama dengan tambahan mesin pemadam darat yang lebih canggih, agar relawan dapat bekerja lebih optimal bagi keselamatan masyarakat Muara Muntai. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi