Camat Muara Muntai, Mulyadi.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Camat Muara Muntai, Mulyadi, menekankan bahwa kondisi geografis wilayahnya menjadi salah satu faktor terbesar yang meningkatkan risiko kebakaran lahan. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Muara Muntai terdiri dari tiga segmen besar: wilayah daratan, kawasan danau, serta permukiman di sepanjang tepian sungai. Struktur wilayah yang beragam tersebut membuat potensi kebakaran dapat muncul di berbagai titik berbeda.
Menurut Mulyadi, musim panas menjadi masa paling rawan. Pada saat air surut, area gambut dan rumput di sekitar jembatan-jembatan penghubung mudah mengering. Kondisi ini dapat memicu kebakaran hanya dari puntung rokok atau aktivitas warga yang menggunakan api. “Kalau seminggu saja panas terus, rumput sudah kering dan gampang sekali terbakar,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Camat juga menyebut bahwa beberapa titik rawan berada di jalur menuju Muara Wis. Aktivitas pendatang yang datang mencari ikan sering kali menjadi perhatian karena mereka kerap menyalakan api untuk memasak atau mengolah hasil tangkapan.
Meski begitu, Mulyadi bersyukur selama dua tahun terakhir tidak ada kebakaran besar yang terjadi di pusat Muara Muntai. Namun, ia menyebut beberapa kejadian pernah muncul di wilayah Muara Wis dan perlu diantisipasi bersama. Ia mendorong adanya peningkatan kesiapsiagaan Damkarmatan dan partisipasi masyarakat untuk lebih waspada.
“Kalau potensi ada, pasti kita antisipasi. Yang penting gerak cepat. Kita punya mesin dan selang, tinggal bagaimana koordinasi diperkuat,” jelasnya. Mulyadi berharap edukasi pencegahan kebakaran digencarkan agar masyarakat semakin memahami risiko yang ada. (ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi