Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun menyoroti kembali kebiasaan warga di wilayah hulu yang terkadang menjemur pakaian di atas atau dekat stopkontak listrik. Kepala Pos, Abdi Ratama, mengatakan bahwa kebiasaan ini telah menjadi salah satu penyebab korsleting tersembunyi yang sulit disadari. “Kain lembap bisa meneteskan air ke colokan dan memicu hubungan arus pendek,” ujarnya pada Sabtu (6/9/2025).
Menurut Abdi, kondisi rumah berdinding kayu di wilayah hulu membuat risiko kebakaran semakin besar jika korsleting terjadi di titik jemuran. Air yang merembes dari pakaian basah dapat masuk ke sela-sela stopkontak atau kabel yang terbuka, menyebabkan panas berlebih lalu memunculkan percikan. Ia menambahkan bahwa beberapa kasus kebakaran tahun lalu bermula dari percikan kecil di dekat colokan yang tertutup pakaian.
Damkarmatan Kota Bangun memberikan rekomendasi penataan jemuran yang aman, terutama bagi rumah kecil: menggunakan gantungan tinggi yang jauh dari jalur kabel, memindahkan stopkontak yang berada di dinding lembap, serta menempatkan jemuran di area dengan ventilasi baik.
“Pakaian yang menutup colokan membuat kami sulit mendeteksi sumber api jika terjadi insiden. Penataan sederhana bisa menyelamatkan satu rumah penuh,” jelas Abdi.
Ia berharap warga mulai menjadikan keselamatan listrik sebagai bagian dari kebiasaan harian, bukan sekadar imbauan musiman. Dengan perubahan kecil ini, risiko kebakaran rumah dapat ditekan secara signifikan.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi