Kades Embalut, Yahya. *(adv/vk)

Sambaranews.com, TENGGARONG – Rencana kunjungan tiga menteri ke Desa Embalut yang semula dijadwalkan untuk meninjau pemanfaatan lahan bekas tambang harus mengalami penundaan. Pemerintah desa berharap kunjungan ini bisa dijadwalkan ulang guna membuka lebih banyak peluang pengembangan bagi masyarakat.
Kepala Desa Embalut, Yahya, mengungkapkan bahwa pemerintah desa sempat mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut kunjungan Menteri Desa, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Namun, agenda tersebut batal terlaksana. “Kami masih menunggu kepastian mengenai jadwal baru karena kunjungan ini sangat penting untuk pengembangan desa,” kata Yahya.
Desa Embalut saat ini sedang mengoptimalkan lahan bekas tambang seluas 40 hektare untuk budidaya jagung, selain tetap mempertahankan sektor perikanan sebagai penggerak utama ekonomi desa. Dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat penting agar program ini dapat berkembang lebih pesat.
Menurut Yahya, lahan bekas tambang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sektor produktif bagi masyarakat. Jika mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat, hasil yang dicapai tentu akan lebih maksimal. “Kami ingin menunjukkan bahwa lahan pascatambang bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Meskipun kunjungan ini batal, pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan berbagai program pengembangan ekonomi desa. “Kami berharap pemerintah pusat tetap memberi perhatian kepada desa kami,” tutup Yahya. (ADV Diskominfo Kukar/nr)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi